Story
Saham Indonesia Ditutup Anjlok Tajam, Indeks Komposit IDX Turun 1,48%

Saham-saham Indonesia mengakhiri sesi perdagangan Senin dengan penurunan signifikan, dengan indeks acuan IDX Composite Index turun 1,48% pada penutupan di Jakarta. Penurunan ini didorong oleh tekanan jual yang luas, terutama terkonsentrasi di sektor infrastruktur, keuangan, dan pertanian.
Detail Pasar
Sentimen negatif meluas di Bursa Efek Jakarta, di mana saham yang jatuh jauh lebih banyak daripada saham yang naik dengan selisih 554 berbanding 164, dengan 114 saham mengakhiri hari tanpa perubahan, menurut data pasar. Sektor infrastruktur dan keuangan, yang memiliki bobot besar dalam indeks, merupakan pendorong utama penurunan tersebut.
Meskipun pasar secara keseluruhan melemah, beberapa saham mencatatkan kenaikan signifikan. Saham-saham berkinerja terbaik meliputi:
- Andira Agro Tbk PT (JK:ANDI), yang melonjak 21,43%.
- Perdana Bangun Pusaka Tbk PT (JK:KONI), yang bertambah 19,05%.
- Bumi Teknokultura Unggul Tbk (JK:BTEK), yang naik 18,18%.
AdDi sisi lain, saham dengan kinerja terburuk pada sesi ini dipimpin oleh Graha Prima Mentari PT Tbk (JK:GRPM), yang turun 9,30%, dan Platinum Wahab Nusantara Tbk PT (JK:TGUK), yang turun 7,78%.
Pasar Mata Uang dan Komoditas
Di pasar mata uang, Rupiah Indonesia melemah terhadap dolar AS. Pasangan USD/IDR naik 0,58% menjadi 18.130,20, menunjukkan depresiasi mata uang lokal.
Pasar komoditas menunjukkan gambaran yang beragam. Harga minyak mentah turun, dengan kontrak Desember untuk minyak mentah WTI turun 1,88% menjadi $101,33 per barel. Sebaliknya, emas, yang sering dianggap sebagai aset safe-haven, melihat kontrak berjangka Desembernya naik 0,50% menjadi diperdagangkan pada $4.027,77 per troy ounce.