Story
IHSG Ditutup Menguat 1,32% Didukung Sektor Keuangan dan Penguatan Rupiah

Summary
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan dengan kenaikan signifikan sebesar 1,32% pada perdagangan Jumat, ditopang oleh kinerja positif sektor keuangan, infrastruktur, dan pertanian. Penguatan pasar juga terjadi seiring apresiasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat secara signifikan pada perdagangan hari Jumat, terangkat 1,32%. Kenaikan indeks didorong oleh kinerja positif dari saham-saham di sektor keuangan, infrastruktur, dan pertanian.
Kinerja Sektor dan Saham
Berdasarkan data penutupan Bursa Efek Indonesia, penguatan IHSG ditopang oleh tiga sektor utama tersebut. Sentimen positif ini tercermin dari jumlah saham yang menguat sebanyak 363 emiten, melampaui jumlah saham yang melemah sebanyak 277 emiten, sementara 195 emiten lainnya tidak berubah.
Beberapa saham mencatatkan kenaikan paling signifikan (top gainers) pada sesi ini, di antaranya:
- First Media Tbk (KBLV): Melonjak 29,63% ke level harga 140,00.
- Bank Capital Indonesia Tbk (BACA): Naik 25,24% menjadi 129,00.
- Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI): Terapresiasi 23,73% ke posisi 73,00.
AdSementara itu, saham yang menjadi pemberat utama indeks (top losers) adalah Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang anjlok 14,29%, Prodia Diagnostic Line Tbk PT (PRDL) turun 10,55%, dan Integra Indocabinet Tbk PT (WOOD) terkoreksi 8,57%.
Konteks Pasar Makroekonomi
Penguatan IHSG terjadi seiring dengan apresiasi nilai tukar Rupiah. Data pasar menunjukkan pasangan USD/IDR turun 0,41% ke level 17.882,80, mengindikasikan penguatan mata uang domestik terhadap dolar AS. Penguatan Rupiah sering kali menjadi sentimen positif bagi pasar saham karena dapat menarik aliran dana asing dan mengurangi beban utang dalam mata uang asing bagi korporasi.
Di pasar komoditas global, harga minyak mentah menunjukkan tren kenaikan. Minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus naik 1,10% menjadi $79,82 per barel, sementara minyak Brent untuk pengiriman September menguat 0,66% ke $84,79 per barel. Harga emas berjangka juga mencatatkan kenaikan tipis.