Story
IHSG Ditutup Menguat 0,35% Didukung Sektor Infrastruktur dan Keuangan

Summary
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis di zona hijau, terangkat oleh kinerja positif saham di sektor infrastruktur, keuangan, dan pertanian.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan pada akhir sesi perdagangan Kamis, ditopang oleh kinerja positif dari sejumlah sektor unggulan. Menurut data pasar, indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini ditutup naik sebesar 0,35%.
Kinerja Sektoral dan Sentimen Pasar
Penguatan IHSG pada penutupan hari ini terutama didorong oleh kenaikan pada saham-saham di sektor Infrastruktur, Keuangan, dan Pertanian. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor di tengah dinamika pasar yang beragam.
Sentimen pasar secara keseluruhan cenderung positif. Data dari Bursa Efek Jakarta menunjukkan bahwa jumlah saham yang menguat mencapai 375 emiten, melampaui jumlah saham yang melemah sebanyak 289 emiten, sementara 168 saham lainnya tidak mencatatkan perubahan harga.
Saham Penggerak Utama
Beberapa saham mencatatkan pergerakan harga yang signifikan dan menjadi sorotan utama pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data penutupan, berikut adalah saham-saham dengan performa paling menonjol:
Top Gainers
Ad- PT Arkayana Lestari Grup Tbk (AYLS): Melonjak 34,01% atau 50,00 poin ke level 197,00.
- PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI): Menguat 19,61% atau 100,00 poin menjadi 610,00.
- PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE): Naik 19,03% atau 315,00 poin ke posisi 1.970,00.
Top Losers
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR): Terkoreksi 12,25% atau 310,00 poin ke level 2.220,00.
- PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX): Turun 10,38% atau 38,00 poin menjadi 328,00.
- PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC): Melemah 9,48% atau 11,00 poin ke posisi 105,00.
Kondisi Pasar Komoditas dan Valas
Di pasar komoditas global, harga minyak mentah terpantau melemah. Minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober turun 1,04% menjadi $101,36 per barel, sementara minyak Brent untuk pengiriman November terkoreksi 1,41% ke level $104,34 per barel.
Sementara itu, dari pasar valuta asing, nilai tukar Rupiah terpantau melemah terhadap dolar AS. Pasangan USD/IDR tercatat naik 0,44% ke level 17.732,90.