Story

Cadangan Devisa India Melonjak ke US$682,3 Miliar, Tertinggi dalam Dua Bulan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 5, 20261 min read
Cadangan Devisa India Melonjak ke US$682,3 Miliar, Tertinggi dalam Dua Bulan
Text size
Background

Cadangan devisa India naik menjadi US$682,3 miliar per 24 Juli, menandai level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan peningkatan ini didorong oleh arus masuk dolar dari skema margin valuta asing yang bertujuan untuk memperkuat posisi neraca pembayaran negara.

Rincian Kenaikan Cadangan

Berdasarkan data terbaru, cadangan devisa India mengalami peningkatan sebesar US$6,1 miliar dibandingkan minggu sebelumnya. Kenaikan ini merupakan yang keempat secara berturut-turut, dengan total akumulasi penambahan sekitar US$16 miliar dalam periode tersebut.

Komponen utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah:

  • Aset mata uang asing (valas): Bertambah sebesar US$4,9 miliar.
  • Cadangan emas: Meningkat US$1,3 miliar, sehingga total nilainya mencapai US$103,0 miliar.

Pendorong Utama dan Konteks Pasar

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kenaikan signifikan ini terutama disebabkan oleh aliran dana masuk dolar AS. Sanjay Malhotra, seorang pejabat pemerintah, dalam sebuah wawancara media awal pekan ini menyatakan bahwa langkah-langkah kebijakan yang diterapkan berhasil menarik dana sekitar US$40 miliar antara 8 Juni hingga 26 Juli.

Arus masuk ini memberikan amunisi tambahan bagi Bank Sentral India (Reserve Bank of India/RBI) untuk menstabilkan mata uang. RBI diketahui telah aktif melakukan intervensi dengan menjual dolar untuk menopang rupee, yang telah terdepresiasi sekitar 5% akibat tekanan dari kenaikan harga energi dan arus keluar modal.

Implikasi bagi Investor

Peningkatan cadangan devisa menjadi sinyal positif bagi stabilitas makroekonomi India. Cadangan yang kuat meningkatkan kepercayaan investor dan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi bank sentral untuk mengelola volatilitas nilai tukar rupee di tengah ketidakpastian pasar global.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa perubahan nilai aset mata uang asing juga dipengaruhi oleh apresiasi atau depresiasi mata uang non-dolar lainnya yang disimpan dalam cadangan, seperti euro, pound, dan yen, terhadap dolar AS.

Back to latest news

LATEST