Story
Saham Farmasi India Melemah Pasca Trump Umumkan Rencana Tarif Obat Generik

Saham-saham perusahaan farmasi India anjlok pada hari Rabu menyusul pengumuman dari Presiden AS Donald Trump mengenai rencana penerapan tarif yang tinggi untuk impor obat generik di masa mendatang. Akibatnya, Indeks Nifty Pharma tercatat melemah sebesar 1% karena investor mengantisipasi dampak negatif terhadap margin keuntungan eksportir.
Rincian Kebijakan Tarif
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam, Presiden Trump menguraikan bahwa obat-obatan generik akan tetap bebas dari bea masuk hingga Agustus 2028. Namun, setelah tanggal tersebut, produk-produk ini akan dikenakan tarif sebesar 100%.
Lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa tarif tersebut akan dinaikkan secara signifikan menjadi 200% pada tahun 2029. Langkah ini diindikasikan sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendorong manufaktur farmasi dan obat generik domestik di Amerika Serikat.
Dampak Terhadap Pasar
Kekhawatiran investor tercermin langsung di pasar saham, di mana sejumlah perusahaan farmasi besar mengalami penurunan signifikan. Amerika Serikat merupakan pasar ekspor utama bagi industri obat generik India, sehingga kebijakan tarif ini berpotensi menggerus profitabilitas secara substansial.
AdBerikut adalah rincian pelemahan beberapa saham utama:
- Aurobindo Pharma Ltd., Cipla Ltd., Lupin Ltd., dan Glenmark Pharmaceuticals Ltd. turun antara 2% hingga 3%.
- Sun Pharmaceutical Industries Ltd., produsen obat terbesar di India, melemah 1,2%.
- Dr Reddy’s Laboratories Ltd. dan Zydus Lifesciences Ltd. masing-masing turun 1,4% dan 2,4%.
Konteks Kebijakan
Rencana tarif baru ini sejalan dengan kebijakan-kebijakan sebelumnya yang diusung oleh pemerintahan Trump, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan AS pada impor dan membangun kapasitas manufaktur dalam negeri. Ekspor farmasi India ke AS telah berada di bawah tekanan akibat kebijakan serupa, dan pengumuman ini menambah ketidakpastian bagi para produsen yang sangat bergantung pada akses ke pasar Amerika.