Story
Saham India Menguat Tipis di Akhir Perdagangan; Nifty 50 Naik 0,20%

Pasar saham India mencatatkan kenaikan tipis pada penutupan perdagangan hari Kamis, didorong oleh kinerja positif dari sektor Perbankan, Minyak & Gas, dan Badan Usaha Milik Negara. Menurut data dari Investing.com, indeks acuan Nifty 50 naik 0,20%, sementara indeks BSE Sensex 30 menguat 0,19%.
Rangkuman Kinerja Pasar
Meskipun indeks utama berhasil ditutup di zona hijau, sentimen pasar secara keseluruhan menunjukkan kehati-hatian. Di Bursa Efek Nasional India (NSE), jumlah saham yang melemah (1.558) melampaui jumlah saham yang menguat (1.044), sementara 44 saham tidak berubah. Tren serupa terlihat di Bursa Efek Bombay (BSE), di mana 2.230 saham turun dibandingkan dengan 1.817 yang naik.
Indikator volatilitas pasar, India VIX, yang mengukur volatilitas tersirat dari opsi Nifty 50, turun 1,51% ke level 11,74. Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya ekspektasi gejolak pasar dalam jangka pendek.
Saham Penggerak Utama
Beberapa saham blue-chip menjadi penopang utama kenaikan indeks pada sesi kali ini. Saham-saham dengan kinerja terbaik di Nifty 50 antara lain:
Ad- HDFC Life Insurance Company Ltd (NSE:HDFL): Naik 2,03% menjadi 524,45.
- Power Grid Corporation of India Ltd (NSE:PGRD): Menguat 1,94% ke level 271,00.
- Oil And Natural Gas Corporation Ltd (NSE:ONGC): Bertambah 1,18% menjadi 236,77.
Di sisi lain, tekanan jual terjadi pada saham-saham teknologi dan logam, yang menjadi pemberat indeks. Saham dengan kinerja terburuk di antaranya adalah HCL Technologies Ltd (NSE:HCLT) yang anjlok 2,50% dan Hindalco Industries Ltd. (NSE:HALC) yang turun 1,67%.
Kondisi Pasar Komoditas dan Valuta
Di pasar komoditas, harga minyak mentah menunjukkan penguatan. Kontrak berjangka minyak mentah untuk pengiriman Oktober naik 1,34% menjadi $97,34 per barel, sementara kontrak minyak Brent untuk November naik 0,72% menjadi $101,94 per barel. Sebaliknya, kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember turun 0,53%.
Di pasar valuta asing, Rupee India terpantau melemah terhadap dolar AS. Pasangan mata uang USD/INR naik 0,33% ke level 95,47. Pelemahan ini sejalan dengan sedikit menguatnya Indeks Dolar AS Berjangka sebesar 0,03%.