Story
IHSG Ditutup Menguat 0,57% Ditopang Sektor Infrastruktur dan Keuangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan Senin, dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,57%. Kinerja positif ini terutama ditopang oleh penguatan saham-saham di sektor infrastruktur, keuangan, dan agrikultur, menurut data pasar.
Kinerja Pasar Saham
Meskipun indeks acuan menguat, data dari Bursa Efek Jakarta menunjukkan bahwa sentimen pasar secara keseluruhan beragam. Jumlah saham yang mengalami pelemahan mencapai 338 emiten, lebih banyak dibandingkan 280 saham yang berhasil menguat, sementara 216 saham lainnya tidak berubah atau stagnan.
Kondisi ini, yang dikenal sebagai *market breadth* negatif, mengindikasikan bahwa kenaikan IHSG tidak merata dan lebih terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektor-sektor tertentu.
Saham Penggerak dan Pemberat Indeks
Beberapa emiten mencatatkan pergerakan harga yang signifikan pada perdagangan hari ini. Saham-saham yang menjadi penopang utama indeks antara lain:
Ad- Bukit Darmo Property Tbk (BKDP): Melonjak 34,95% ke level 139,00, yang merupakan harga tertinggi dalam lima tahun terakhir.
- Trimitra Propertindo Tbk PT (LAND): Naik 28,57% dan ditutup di harga 81,00.
- PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR): Terapresiasi 25,00% menjadi 650,00.
Di sisi lain, saham yang menjadi pemberat utama indeks termasuk Niramas Utama Tbk PT (JELI) yang anjlok 14,72%, Ristia Bintang Mahkotasejati (RBMS) yang turun 10,61%, dan Singaraja Putra (SINI) yang melemah 9,81%.
Sentimen dari Pasar Komoditas dan Valas
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah menunjukkan tren kenaikan. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 2,67% menjadi $73,32 per barel, sementara minyak Brent untuk pengiriman September menguat 2,83% ke level $78,16 per barel.
Sementara itu, di pasar valuta asing, nilai tukar Rupiah terpantau melemah terhadap dolar AS. Pasangan USD/IDR naik 0,40% dan diperdagangkan di level 18.108,00.