Story
IHSG Ditutup Menguat 0,84% Didorong Sektor Infrastruktur dan Keuangan

Summary
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan Kamis, ditopang oleh kenaikan signifikan di sektor infrastruktur, keuangan, dan pertanian.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan Kamis, menguat sebesar 0,84%. Penguatan ini terutama didorong oleh kinerja positif dari saham-saham di sektor infrastruktur, keuangan, dan pertanian.
Rincian Kinerja Pasar
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sentimen positif cukup meluas di pasar. Statistik menunjukkan sebanyak 364 saham mengalami kenaikan, mengungguli 272 saham yang melemah, sementara 197 saham lainnya tidak mencatatkan perubahan harga.
Kenaikan indeks ditopang oleh tiga sektor utama yang menjadi motor penggerak. Kinerja solid di sektor-sektor ini menandakan adanya optimisme investor terhadap fundamental emiten terkait, yang mampu mengangkat IHSG secara keseluruhan.
Saham Penggerak Utama
Beberapa emiten mencatatkan kenaikan harga yang signifikan dan masuk ke dalam jajaran *top gainers*. Menurut data pasar, saham-saham tersebut antara lain:
Ad- First Media Tbk (JK:KBLV), yang meroket 32,94% ke level harga 113,00.
- Citatah Tbk (JK:CTTH), yang bertambah 30,28% menjadi 142,00.
- Prasidha Aneka Niaga Tbk (JK:PSDN), yang naik 26,61% ke posisi 138,00.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan jual yang kuat. Saham-saham yang menjadi *top losers* pada sesi ini termasuk Bekasi Asri Pemula Tbk (JK:BAPA) yang anjlok 14,74% dan Indal Aluminium Industry Tbk (JK:INAI) yang turun 10,06%.
Konteks Pasar Valas dan Komoditas
Pergerakan IHSG terjadi di tengah pelemahan harga komoditas global. Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun 0,72% menjadi $84,34 per barel, sementara harga emas berjangka kontrak Agustus melemah 0,35%.
Sementara itu, nilai tukar Rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Pasangan mata uang USD/IDR tercatat turun 0,18% ke level 17.989,00, yang dapat memberikan sentimen positif tambahan bagi pasar domestik.