Story

IHSG Ditutup Melemah 0,66% Tertekan Sektor Keuangan dan Infrastruktur

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 28, 20261 min read
IHSG Ditutup Melemah 0,66% Tertekan Sektor Keuangan dan Infrastruktur

Summary

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa di zona merah, terbebani oleh pelemahan pada saham-saham di sektor keuangan, infrastruktur, dan pertanian di tengah depresiasi Rupiah.

Text size
Background

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, tertekan oleh aksi jual di sejumlah sektor utama. Menurut data bursa, indeks acuan pasar saham Indonesia ini terkoreksi 0,66% pada penutupan sesi.

Rangkuman Pasar

Pelemahan indeks secara luas didorong oleh koreksi pada saham-saham di sektor Keuangan, Infrastruktur, dan Pertanian. Sentimen negatif tampak mendominasi pasar, yang tercermin dari jumlah saham yang melemah.

Berdasarkan data penutupan Bursa Efek Indonesia, sebanyak 378 saham mengalami penurunan, sementara hanya 273 saham yang berhasil menguat. Adapun 187 saham lainnya tidak mencatatkan perubahan harga atau stagnan.

Saham Penggerak Indeks

Di tengah koreksi pasar, beberapa saham individu mencatatkan kinerja yang kontras. Saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menjadi salah satu yang berkinerja terbaik, melonjak 24,73% ke level Rp1.715,00, yang merupakan rekor harga tertinggi sepanjang masa.

Saham lain yang menonjol di antara para penguat adalah:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA): Naik 25,71% menjadi Rp132,00.
  • PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI): Menguat 23,71% ke level Rp240,00.

Sementara itu, di sisi pemberat indeks, saham-saham berikut mencatatkan penurunan terdalam:

  • PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN): Anjlok 14,89% ke posisi Rp320,00.
  • PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO): Turun 14,56% ke level Rp12.325,00.
  • PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA): Terkoreksi 9,45% menjadi Rp230,00.

Konteks Pasar Global dan Komoditas

Pelemahan pasar saham domestik terjadi bersamaan dengan pelemahan nilai tukar Rupiah. Pasangan mata uang USD/IDR terpantau naik 0,43% ke level Rp18.077,80, mengindikasikan depresiasi Rupiah terhadap dolar AS.

Di pasar komoditas global, harga energi dan logam mulia juga bergerak turun. Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman September turun 2,86% menjadi $80,25 per barel, sementara kontrak emas berjangka untuk Agustus melemah 0,76% ke level $4.045,85 per troy ounce.

Back to latest news

LATEST