Story
Futures Canola ICE Menguat, Kontras dengan Pelemahan Sektor Minyak Nabati

Summary
Kontrak futures canola di ICE ditutup lebih tinggi pada hari Selasa, didorong oleh aksi beli setelah pasar libur, meskipun kenaikan ini dibatasi oleh tren pelemahan di sebagian besar pasar minyak nabati lainnya.
Kontrak futures canola di bursa ICE ditutup menguat pada perdagangan hari Selasa, berlawanan dengan tren pelemahan yang terjadi di sektor minyak nabati secara umum. Penguatan ini terutama didorong oleh aktivitas pedagang yang melakukan aksi beli untuk mengejar pergerakan pasar Chicago setelah libur pada hari Senin.
Rincian Pergerakan Harga
Menurut data perdagangan, kontrak futures canola untuk pengiriman November tercatat naik $2,50 per metrik ton. Pasar canola sempat ditutup pada hari Senin karena hari libur.
Seorang pedagang yang dikutip oleh Investing.com menyatakan bahwa saat pasar dibuka kembali pada hari Selasa, para pelaku pasar aktif mengejar kenaikan yang sebelumnya terjadi di pasar Chicago. Namun, sentimen lemah dari pasar minyak nabati global secara keseluruhan menjadi faktor yang menahan potensi kenaikan lebih lanjut.
Konteks Pasar Komoditas
Kenaikan harga canola terjadi di tengah pelemahan pada komoditas minyak nabati lainnya. Berikut adalah pergerakan harga komoditas terkait:
Ad- Futures minyak kedelai Chicago turun 0,91%.
- Futures kedelai Chicago melemah 1,22%.
- Futures rapeseed di bursa Euronext turun 0,67%.
Di sisi lain, futures minyak sawit Malaysia justru berhasil menguat sebesar 1,4%. Sementara itu, di pasar energi, harga futures minyak mentah Brent mengalami penurunan seiring berlanjutnya pembicaraan gencatan senjata di Timur Tengah, yang dapat memengaruhi permintaan biofuel.
Faktor Fundamental Tanaman
Prakiraan cuaca untuk wilayah Dataran Prairi Kanada menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang dan suhu yang lebih sejuk selama seminggu ke depan. Kondisi cuaca ini dinilai kondusif dan mendukung pertumbuhan sebagian besar tanaman canola di wilayah produsen utama tersebut.