Story

Huawei Hadapi Persidangan di AS Terkait Tuduhan Bisnis di Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 8, 20262 min read
Huawei Hadapi Persidangan di AS Terkait Tuduhan Bisnis di Iran
Text size
Background

Raksasa teknologi Tiongkok, Huawei Technologies, akhirnya menuju persidangan di pengadilan federal AS delapan tahun setelah jaksa penuntut secara diam-diam mengajukan dakwaan. Kasus ini berpusat pada tuduhan bahwa Huawei menipu HSBC dan bank lain mengenai transaksi bisnisnya di Iran, yang melanggar sanksi AS.

Pokok Perkara dan Serangkaian Tuduhan

Persidangan, yang akan dimulai dengan pemilihan juri di Brooklyn, New York, akan mengadili serangkaian tuduhan serius terhadap Huawei. Kasus ini menyoroti bagaimana Huawei diduga menggunakan perusahaan cangkang untuk menyembunyikan operasinya di negara-negara yang terkena sanksi.

Menurut dakwaan, tuduhan utama meliputi:

  • Penipuan bank: Menyesatkan HSBC dan bank lain tentang hubungan Huawei dengan perusahaan bernama Skycom untuk melakukan bisnis di Iran.
  • Pencurian rahasia dagang: Berkonspirasi untuk mencuri rahasia dagang dari setidaknya lima perusahaan teknologi AS.
  • Pelanggaran sanksi: Melanggar sanksi AS terhadap Iran dan Korea Utara.
  • Tuduhan lainnya: Termasuk pencucian uang, pemerasan (*racketeering*), dan menghalangi proses hukum.

Jaksa menuduh bahwa HSBC memproses transaksi terkait Skycom senilai lebih dari $100 juta setelah menerima jaminan yang keliru dari Huawei mengenai hubungannya dengan perusahaan tersebut. Huawei telah menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan.

Latar Belakang Kasus

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kasus ini menarik perhatian global pada tahun 2018 dengan penangkapan Chief Financial Officer (CFO) Huawei, Meng Wanzhou, di Kanada atas permintaan AS. Penangkapan tersebut memicu krisis diplomatik yang melibatkan AS, Tiongkok, dan Kanada. Meng kemudian mencapai kesepakatan dengan jaksa AS pada tahun 2021 untuk menangguhkan penuntutan terhadapnya secara pribadi.

Kasus jaksa penuntut sebagian didasarkan pada laporan investigasi Reuters pada tahun 2012 dan 2013. Laporan tersebut merinci hubungan erat antara Huawei dan Skycom, yang mencoba menjual peralatan komputer Hewlett-Packard yang diembargo ke operator seluler terbesar di Iran. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Meng pernah menjabat di dewan direksi Skycom.

Implikasi dalam Perang Teknologi AS-Tiongkok

Persidangan ini berlangsung di tengah persaingan teknologi yang semakin memanas antara Washington dan Beijing. Hasil dari kasus ini dapat memiliki implikasi signifikan bagi posisi Huawei secara global dan hubungan kedua negara.

Jika terbukti bersalah, hal itu akan memperkuat justifikasi pemerintah AS untuk menempatkan Huawei dalam daftar hitam perdagangan (trade blacklist) pada tahun 2019 dengan alasan keamanan nasional. Sebaliknya, pemerintah Tiongkok dan Huawei secara konsisten berpendapat bahwa kasus ini bermotif politik dan dirancang untuk menekan kebangkitan teknologi Tiongkok. Persidangan diperkirakan akan berlangsung selama sekitar tiga bulan.

Back to latest news

LATEST