Story
Saham Produsen Turbin Anjlok Akibat Rencana Energi Elon Musk

Summary
Saham Howmet Aerospace, GE Vernova, dan Siemens Energy merosot setelah Elon Musk mengonfirmasi rencana SpaceX untuk memproduksi komponen turbin gas secara mandiri, memicu kekhawatiran persaingan baru.
Saham produsen komponen industri besar seperti Howmet Aerospace, GE Vernova, dan Siemens Energy anjlok dalam perdagangan pra-pembukaan pada hari Senin. Penurunan ini terjadi setelah Elon Musk mengonfirmasi rencana SpaceX dan Tesla untuk membangun kapasitas produksi komponen turbin gas secara mandiri guna mendukung ekspansi energi surya.
Rencana Ambisius Musk
Melalui platform media sosial X, Elon Musk menyatakan bahwa SpaceX dan Tesla sedang membangun kapasitas produksi energi surya sebesar 100 gigawatt per tahun. Ia menambahkan bahwa gas alam masih akan dibutuhkan untuk mendukung tenaga surya selama beberapa tahun ke depan.
Menurut Musk, faktor pembatas utama dalam produksi turbin gas alam adalah proses pengecoran bilah dan sudu (*blades & vanes*). "Dengan melakukan pengecoran internal di SpaceX, kami dapat mempercepat pengoperasian turbin gas hingga 18 bulan, yang merupakan sebuah terobosan besar," tulisnya. Pernyataan ini mengonfirmasi laporan sebelumnya dari *The Information* bahwa SpaceX sedang mempersiapkan pabrik bilah turbin untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik bagi pusat data.
Dampak ke Pasar Saham
Kabar mengenai langkah SpaceX untuk memasuki rantai pasok manufaktur turbin memicu reaksi negatif dari investor terhadap perusahaan-perusahaan yang sudah mapan di sektor ini. Berikut adalah rincian pergerakan saham yang terdampak:
Ad- Saham Howmet Aerospace (NYSE:HWM) anjlok 7%.
- Saham GE Vernova (NYSE:GEV) turun 3%.
- Saham Siemens Energy (ETR:ENR) melemah 4,4% dalam perdagangan di bursa Frankfurt.
Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran pasar akan munculnya pesaing baru yang didukung oleh kekuatan inovasi dan modal dari perusahaan-perusahaan milik Musk, yang berpotensi mengganggu pangsa pasar pemain lama.
Konteks dan Pandangan Analis
Di sisi lain, beberapa analis melihat perkembangan ini dari sudut pandang yang berbeda. Omid Vaziri, seorang analis dari Bloomberg Intelligence, berpendapat bahwa pengumuman Musk justru memvalidasi adanya kelangkaan turbin di pasar, bukan mengancam posisi Siemens Energy.
Vaziri mencatat bahwa Siemens Energy sendiri sudah dalam proses memperluas kapasitas pengecoran dan inti keramik secara internal. Langkah ini dinilai akan membantu mengurangi hambatan pengiriman dalam jangka pendek dan mendukung permintaan purnajual (*aftermarket*) yang memiliki margin lebih tinggi dalam jangka panjang hingga setelah tahun 2030 seiring bertambahnya jumlah armada turbin yang terpasang.