Story
Houthi Yaman Capai Pulau Strategis di Selat Bab el-Mandeb, Risiko Pasar Energi Meningkat

Summary
Pasukan Houthi yang bersekutu dengan Iran dilaporkan telah mencapai Pulau Perim yang strategis di Selat Bab el-Mandeb, meningkatkan risiko gangguan signifikan pada salah satu rute pelayaran terpenting di dunia dan pasar energi global.
Pasukan Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran dilaporkan telah mencapai Pulau Perim yang strategis di Selat Bab el-Mandeb, sebuah langkah yang dapat memperketat cengkeraman mereka pada salah satu rute pelayaran paling vital di dunia. Perkembangan ini meningkatkan ancaman terhadap pasar energi di tengah konflik Timur Tengah yang meluas, menurut empat sumber pemerintah Yaman yang dikutip oleh Reuters.
Eskalasi di Jalur Pelayaran Penting
Menurut laporan tersebut, pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi telah menarik diri dari Pulau Perim. Selain itu, pasukan Houthi juga dilaporkan merebut kota pesisir Dhubab di daratan Laut Merah, yang berhadapan langsung dengan pulau tersebut.
Selat Bab el-Mandeb adalah titik sempit yang krusial bagi perdagangan maritim global, menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Penguasaan atas wilayah ini memberikan pengaruh signifikan terhadap lalu lintas kapal komersial dan tanker minyak.
Dampak Terhadap Pasar Energi Global
Jika Houthi berhasil menguasai Selat Bab el-Mandeb sepenuhnya, hal ini dapat memberikan keuntungan strategis bagi pendukung mereka, Iran, dan berpotensi mengganggu pasokan melalui koridor transit utama kedua setelah Selat Hormuz. Analis khawatir perkembangan ini dapat memicu lonjakan harga minyak lebih lanjut.
AdHarga minyak global berada di jalur untuk ditutup di atas $100 per barel untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei, meskipun sedikit melemah setelah laporan Financial Times tentang upaya diplomatik untuk mengelola pelayaran di Selat Hormuz. Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, sangat bergantung pada rute Laut Merah sejak konflik Iran secara efektif membatasi lalu lintas melalui Hormuz.
Latar Belakang dan Konteks Regional
Kemajuan pesat Houthi di sepanjang pesisir Laut Merah dilaporkan terjadi dengan arahan langsung dari Garda Revolusi Iran, menurut sumber pemerintah Yaman, Iran, dan regional yang dikutip Reuters. Eskalasi ini merupakan bagian dari upaya untuk membuka front baru dalam konflik yang lebih luas.
Sebagai tanggapan, pemerintah Yaman mengindikasikan akan mencoba merebut kembali wilayah tersebut. Secara terpisah, Axios melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah mendesak Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan terhadap Houthi, tetapi permintaan itu ditolak. Pejabat AS mengindikasikan bahwa Washington tidak berniat mengambil tindakan militer langsung saat ini, meskipun meningkatkan dukungan untuk Arab Saudi.