Story

Rasio Kontrak Bull/Bear Hang Seng 54:46, Level Support dan Resistensi Kunci Teridentifikasi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20261 min read
Rasio Kontrak Bull/Bear Hang Seng 54:46, Level Support dan Resistensi Kunci Teridentifikasi
Text size
Background

Data terbaru per 18 September menunjukkan rasio kontrak Callable Bull/Bear Contracts (CBBC) yang beredar untuk Indeks Hang Seng (HSI) berada pada 54:46. Angka ini mengindikasikan keunggulan tipis pada posisi beli (bullish) di antara para investor di pasar derivatif Hong Kong.

Konsentrasi Kontrak Bear

Menurut data dari diagram distribusi kontrak CITIC Securities, zona dengan konsentrasi tertinggi untuk kontrak Bear (posisi jual) berada di rentang harga 24.900-24.999. Jumlah kontrak di area ini mencapai 560 lembar, meningkat 74 lembar dari hari perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, penambahan baru terbesar untuk kontrak Bear tercatat di level yang sedikit lebih rendah, yaitu 24.800-24.899. Terdapat lonjakan signifikan sebanyak 481 lembar kontrak baru di rentang ini, sehingga totalnya menjadi 513 lembar.

Akumulasi Kontrak Bull

Di sisi sebaliknya, posisi Bull (posisi beli) menunjukkan akumulasi yang terkonsentrasi pada satu area kunci. Zona konsentrasi tertinggi sekaligus area dengan penambahan baru terbanyak untuk kontrak Bull berada di rentang 24.100-24.199.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Jumlah kontrak di level ini tercatat sebesar 1.075 lembar, setelah adanya penambahan substansial sebanyak 649 lembar dari hari sebelumnya. Hal ini menunjukkan keyakinan kuat dari para pemegang posisi Bull pada level support tersebut.

Implikasi bagi Pasar

Distribusi kontrak ini memberikan petunjuk penting mengenai sentimen pasar dan level-level teknis yang perlu diawasi. Rentang 24.900-24.999 kini menjadi area resistensi potensial, di mana sejumlah besar posisi jual terkonsentrasi. Sebaliknya, level 24.100-24.199 berfungsi sebagai area support yang krusial.

Bagi para trader, zona-zona konsentrasi ini sering kali dianggap sebagai "kill zones", di mana pergerakan harga menuju level tersebut dapat memicu likuidasi atau "knock-out" sejumlah besar kontrak derivatif, yang berpotensi mempercepat pergerakan harga.

Back to latest news

LATEST