Story
Saham Haidilao Anjlok ke Level Terendah 4 Tahun Pasca Penjualan Blok oleh Investor Besar

Saham Haidilao International Holding (6862.HK) anjlok 3,1% ke level terendah dalam empat tahun pada perdagangan hari Kamis. Penurunan ini dipicu oleh penjualan saham dalam blok besar oleh salah satu pemegang saham utamanya, yang membebani sentimen investor terhadap perusahaan jaringan restoran tersebut.
Penjualan Blok Saham oleh Investor Utama
Menurut laporan, investor besar SP NP Ltd. menjadi pemicu utama tekanan jual terhadap saham Haidilao. Transaksi tersebut terjadi pada 9 September, di mana investor tersebut melepas saham dalam jumlah signifikan.
- Jumlah Saham: Sekitar 259 juta lembar saham Haidilao, atau setara dengan 4,65% dari total saham yang diterbitkan.
- Harga Jual: Saham tersebut dijual pada harga HK$10,62 per saham.
- Diskon: Harga penjualan tersebut merupakan diskon sekitar 6,7% dari harga penutupan sebelumnya.
- Nilai Transaksi: Penjualan ini menghasilkan dana sekitar HK$2,75 miliar.
Transaksi blok dengan diskon seperti ini sering kali diinterpretasikan secara negatif oleh pasar, karena dapat mengindikasikan bahwa investor besar kehilangan kepercayaan atau ingin segera keluar dari posisinya, yang pada akhirnya menciptakan tekanan jual tambahan (overhang) pada saham.
Dampak pada Sentimen Pasar
AdKalangan analis menyoroti dampak negatif dari penjualan ini. Morgan Stanley, yang mempertahankan peringkat "Buy" untuk Haidilao, menggambarkan penjualan tersebut sebagai sesuatu yang "tidak terduga". Mereka mencatat bahwa CEO dan Chairman Zhang Yong justru membeli saham perusahaan pada Mei 2026.
Bank investasi tersebut memperingatkan bahwa sentimen terhadap saham Haidilao kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut hingga investor yakin bahwa pertumbuhan laba perusahaan akan berakselerasi dan tidak ada lagi rencana penjualan saham dalam jumlah besar dari investor lainnya.
Konteks Pasar yang Melemah
Kondisi pasar yang lebih luas di Hong Kong juga tidak memberikan dukungan. Indeks Hang Seng tercatat melemah 1,2%, menandai penurunan selama empat sesi berturut-turut. Pelemahan pasar ini didorong oleh sentimen *risk-off* global akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak mentah Brent di atas US$100 per barel dan imbal hasil obligasi 10-tahunan AS mencapai level tertinggi sejak akhir 2023.
Lingkungan *risk-off* ini secara umum membebani saham-saham di sektor *consumer discretionary* atau barang konsumsi non-primer, termasuk saham-saham restoran seperti Haidilao, karena investor cenderung menghindari aset berisiko selama periode ketidakpastian ekonomi.