Story
Saham Goodwin Anjlok 6,2% Pasca Kesepakatan Divestasi Divisi Utama ke Cerberus

Saham grup rekayasa Goodwin anjlok 6,2% dalam perdagangan hari ini setelah perusahaan secara resmi mengumumkan kesepakatan untuk menjual sebagian besar Divisi Teknik Mesin kepada afiliasi Cerberus Capital Management. Nilai transaksi tunai tersebut dapat mencapai sekitar £1,1 miliar, bergantung pada penyesuaian penutupan.
Rincian Divestasi Aset Utama
Transaksi ini secara efektif mentransfer bagian paling profitabel dari grup tersebut kepada perusahaan *private equity* asal AS. Bisnis yang didivestasi merupakan pendorong utama laba perusahaan, mencatatkan laba operasi sebesar £69 juta dari total aset bruto £206 juta pada tahun buku yang berakhir 30 April 2026.
Unit bisnis yang akan dilepas meliputi:
- Goodwin Steel Castings
- Goodwin International
- Noreva
- Easat Group
- Divisi Pompa (Pumps Division)
Setelah penjualan, bisnis yang tersisa—Divisi Teknik Refraktori dan Teknologi (Refractory Engineering and Technological Division)—hanya menghasilkan laba operasi sebesar £10 juta pada periode yang sama. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai prospek pendapatan perusahaan di masa depan.
Reaksi Pasar dan Prospek Masa Depan
AdSaham Goodwin sempat dibuka lebih tinggi di level 15.700p dan menguat hingga 16.880p karena investor awalnya menyambut baik kepastian kesepakatan setelah adanya laporan media sebelumnya. Namun, kenaikan tersebut dengan cepat berbalik arah karena pasar mulai fokus pada fakta bahwa Goodwin akan menjadi perusahaan yang secara fundamental jauh lebih kecil dan kurang menguntungkan pasca-transaksi.
Pengumuman ini mengikuti tinjauan strategis yang pertama kali diungkapkan perusahaan pada 7 Agustus 2026. Tekanan jual saham sebenarnya telah dimulai pada 8 September, ketika Financial Times pertama kali melaporkan bahwa kesepakatan dengan Cerberus sudah dekat.
Ketidakpastian dan Rencana Pengembalian Dana
Manajemen Goodwin menyatakan bahwa penyelesaian transaksi masih bergantung pada persetujuan regulator dan proses reorganisasi internal, dengan target penyelesaian pada kuartal pertama tahun 2027. Dewan direksi juga menekankan bahwa "tidak ada kepastian" kesepakatan akan selesai dengan persyaratan saat ini.
Di tengah kekhawatiran investor, dewan direksi telah mengisyaratkan niatnya untuk mengembalikan sebagian besar dana bersih dari hasil penjualan kepada para pemegang saham. Namun, dilema antara potensi dana tunai yang besar dan realitas bisnis yang menyusut membuat saham tetap berada di bawah tekanan.