Story

Saham Goldman Sachs Anjlok 4% Usai CEO Sinyalkan Perlambatan Pendapatan Trading

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 16, 20261 min read
Saham Goldman Sachs Anjlok 4% Usai CEO Sinyalkan Perlambatan Pendapatan Trading

Summary

Saham bank investasi ini turun tajam setelah CEO David Solomon memperingatkan kinerja bisnis pendapatan tetap yang lebih lemah dan biaya yang lebih tinggi pada kuartal ketiga.

Text size
Background

Saham Goldman Sachs Group Inc. (NYSE:GS) anjlok sebesar 4% pada perdagangan hari Rabu setelah Chief Executive Officer David Solomon memperingatkan tentang potensi perlambatan dalam bisnis trading dan peningkatan beban biaya selama kuartal ketiga.

Proyeksi Kinerja Kuartal Ketiga

Berbicara dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Barclays, Solomon menyatakan bahwa bisnis pendapatan tetap, mata uang, dan komoditas (FICC) bank tersebut menunjukkan kinerja yang lebih lemah secara relatif selama kuartal ini. Meskipun demikian, ia mencatat bahwa tingkat aktivitas secara keseluruhan masih sangat tinggi.

Di sisi lain, Solomon menambahkan bahwa bisnis trading ekuitas tetap "sangat kuat". CEO tersebut juga mengindikasikan bahwa biaya operasional diperkirakan akan lebih tinggi, didorong oleh tingginya tingkat aktivitas klien dan percepatan beberapa investasi di bidang teknologi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Implikasi bagi Investor

Pernyataan Solomon memberikan gambaran awal kepada para investor mengenai kinerja kuartal ketiga Goldman Sachs sebelum laporan pendapatan resmi dirilis. Peringatan mengenai perlambatan di bisnis FICC menjadi sorotan, mengingat hal ini kontras dengan kekuatan di pasar ekuitas selama periode yang sama, yang mengindikasikan kinerja yang tidak merata di seluruh divisi trading bank.

Bisnis trading telah menjadi pendorong utama pendapatan Goldman Sachs dalam beberapa kuartal terakhir. Oleh karena itu, nada peringatan dari Solomon mengenai kinerja pendapatan tetap menjadi catatan penting bagi investor dalam mengevaluasi prospek jangka pendek bank investasi raksasa tersebut.

Back to latest news

LATEST