Story

Emas Stabil Setelah Anjlok Akibat Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 31, 20262 min read
Emas Stabil Setelah Anjlok Akibat Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

Summary

Harga emas sedikit pulih pada hari Senin setelah mengalami penurunan harian terbesar sejak awal Juni. Pernyataan hawkish dari Ketua The Fed Kevin Warsh menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga, menekan logam mulia.

Text size
Background

Harga emas bergerak stabil pada perdagangan hari Senin setelah anjlok lebih dari 3% di sesi sebelumnya, karena investor menimbang ulang prospek suku bunga Federal Reserve menyusul pesan *hawkish* dari Ketua Kevin Warsh mengenai inflasi.

Meski mengalami tekanan, harga emas masih berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan bulanan terkuat sejak Januari, didukung oleh kekhawatiran fiskal yang lebih luas. Berdasarkan data Investing.com pada pukul 20:53 ET (00:53 GMT), harga emas spot (XAU/USD) naik 0,2% menjadi $4.464,65 per ons.

Dampak Komentar Hawkish The Fed

Harga emas anjlok 3,2% pada hari Jumat, penurunan harian terbesar sejak awal Juni, setelah Warsh menyatakan bahwa The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengembalikan inflasi ke target 2%. Komentar ini mendorong investor untuk meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Menurut CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan probabilitas sekitar 57% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September. Pergeseran ekspektasi ini membebani emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil. Ketika suku bunga diperkirakan lebih tinggi, aset yang memberikan bunga seperti obligasi pemerintah menjadi relatif lebih menarik. Penguatan dolar AS yang mengikuti pernyataan tersebut juga menekan emas karena membuatnya lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Faktor Penopang dan Reli Bulan Agustus

Sample IUX Markets – In-articleAd

Terlepas dari aksi jual pada hari Jumat, emas masih mencatatkan kenaikan sekitar 10% sepanjang bulan Agustus. Analis di ANZ mengatakan bahwa pelemahan ini mencerminkan pergeseran ekspektasi suku bunga, namun mereka memperkirakan penurunan akan terbatas karena tema "devaluasi" terus menarik pembeli.

Reli emas di bulan Agustus mendapatkan momentum setelah Departemen Keuangan AS secara tak terduga meningkatkan pembelian obligasi pemerintah jangka panjang. Intervensi ini menghidupkan kembali kekhawatiran bahwa meningkatnya utang pemerintah dan upaya untuk mengelola biaya pinjaman dapat melemahkan kepercayaan terhadap aset-aset AS. Hal ini membuat emas menarik sebagai aset lindung nilai terhadap risiko depresiasi mata uang dan penurunan daya beli.

Prospek ke Depan

Tekanan tambahan pada sentimen pasar datang dari kenaikan harga minyak, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah pasukan AS menyerang peluncur Iran di Pulau Larak. Harga minyak yang lebih tinggi dapat menambah kekhawatiran inflasi.

Untuk selanjutnya, para pelaku pasar akan mencermati rilis data ketenagakerjaan dan inflasi AS yang akan datang. Data-data ini akan menjadi petunjuk penting yang dapat memperkuat argumen untuk kenaikan suku bunga di bulan September atau justru membalikkan sentimen *hawkish* yang saat ini mendominasi pasar.

Back to latest news

LATEST