Story

Harga Emas Menuju Kerugian Mingguan di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga Akibat Lonjakan Minyak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 12, 20262 min read
Harga Emas Menuju Kerugian Mingguan di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga Akibat Lonjakan Minyak

Summary

Harga emas turun dan bersiap mencatatkan kerugian mingguan karena lonjakan harga minyak akibat ketegangan AS-Iran memicu kekhawatiran bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Text size
Background

Harga emas tergelincir pada hari Jumat dan berada di jalur untuk mencatatkan pelemahan mingguan, tertekan oleh kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Sentimen ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada Jumat sore waktu AS, harga emas spot turun 0,2%, sementara emas berjangka melemah 0,5%. Menurut data Investing.com, kedua kontrak tersebut tercatat turun sekitar 1,6% sepanjang pekan ini.

Ketegangan Geopolitik Mendorong Harga Minyak

Pemicu utama tekanan pada emas pekan ini adalah lonjakan harga minyak mentah. Kenaikan ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran menyusul laporan serangan Iran terhadap tiga kapal tanker minyak komersial di sekitar Selat Hormuz.

Insiden tersebut memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan dan membuat lalu lintas pelayaran di jalur vital tersebut menurun. Kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi tetap tinggi, yang pada gilirannya dapat memaksa The Fed untuk mempertahankan suku bunga di level restriktif.

Implikasi Terhadap Kebijakan The Fed

Sample IUX Markets – In-articleAd

Prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama (higher-for-longer) cenderung menjadi sentimen negatif bagi emas. Suku bunga yang tinggi meningkatkan *opportunity cost* atau biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas batangan.

Risalah rapat The Fed periode 16-17 Juni yang dirilis pekan ini menunjukkan perdebatan yang seimbang di antara para pembuat kebijakan mengenai prospek suku bunga. Risalah tersebut juga mengungkapkan kekhawatiran tentang tekanan inflasi yang tidak hanya berasal dari konflik Timur Tengah, tetapi juga dari permintaan terkait kecerdasan buatan (AI) dan tarif.

Fokus Beralih ke Data Inflasi AS

Kini, fokus investor dan pelaku pasar beralih ke rilis data ekonomi penting AS yang dijadwalkan pekan depan. Laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Juni akan dirilis pada hari Selasa, diikuti oleh data Indeks Harga Produsen (IHP) pada hari Rabu.

Data-data ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tren inflasi dan dapat sangat memengaruhi langkah kebijakan The Fed selanjutnya. Analis mencatat bahwa angka inflasi pada bulan Mei kemungkinan merupakan puncaknya, sebagian besar karena efek lonjakan harga minyak pada saat itu.

Back to latest news

LATEST