Story

Harga Emas Tertekan, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Melonjak ke 92%

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 16, 20262 min read
Harga Emas Tertekan, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Melonjak ke 92%

Summary

Harga emas turun karena kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak mendorong ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga The Fed. Imbal hasil obligasi AS dan dolar yang menguat menambah tekanan pada logam mulia.

Text size
Background

Harga emas turun pada hari Selasa, diperdagangkan di bawah level psikologis $4.300 per ons, seiring pasar yang semakin yakin bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakannya pekan ini. Ekspektasi ini dipicu oleh kekhawatiran inflasi yang kembali menguat akibat lonjakan harga minyak mentah.

Pada pukul 09:28 Waktu Bagian Timur AS, emas spot turun 0,3% menjadi $4.287,81 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah dalam lima minggu pada hari Senin. Sementara itu, emas berjangka melemah 0,6% ke level $4.327,70 per ons.

Kenaikan Suku Bunga The Fed Hampir Pasti

Kekhawatiran utama pasar saat ini adalah lonjakan harga energi yang dapat mendorong inflasi lebih tinggi, sehingga memaksa bank sentral global, termasuk The Fed, untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat. Sentimen ini tercermin jelas dalam ekspektasi pasar.

  • Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed akan mengumumkan kenaikan suku bunga pada akhir pertemuan hari Rabu kini mencapai sekitar 92%.
  • Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari 59% pada pekan sebelumnya, menandakan pergeseran cepat dalam sentimen investor.

Imbal Hasil Obligasi dan Dolar Menguat

Sample IUX Markets – In-articleAd

Ekspektasi kenaikan suku bunga telah mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun melampaui level 5%, mencapai titik tertinggi dalam hampir dua dekade. Di saat yang sama, indeks dolar AS juga terus menunjukkan penguatan.

Kondisi ini memberikan tekanan ganda bagi emas. Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang merupakan aset tanpa bunga (non-yielding asset). Selain itu, dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Pemicu Geopolitik: Gangguan Pasokan Minyak

Lonjakan harga minyak dipicu oleh berita bahwa Arab Saudi menutup pipa minyak Timur-Barat miliknya setelah terjadi serangan oleh kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran. Penutupan ini berisiko mengganggu pasokan jutaan barel minyak per hari, terutama karena pipa tersebut menjadi jalur alternatif penting setelah penyumbatan de-facto di Selat Hormuz awal tahun ini.

Menurut laporan Associated Press, pipa tersebut akan ditutup selama tiga hingga lima minggu untuk perbaikan. Para pedagang yang dikutip oleh Reuters memperkirakan bahwa penghentian jangka panjang dapat memengaruhi hingga 4% dari pasokan minyak global.

Back to latest news

LATEST