Story

Harga Emas Capai Puncak 3 Bulan di Tengah Intervensi Treasury AS dan Tensi Dagang

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 25, 20262 min read
Harga Emas Capai Puncak 3 Bulan di Tengah Intervensi Treasury AS dan Tensi Dagang

Summary

Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam tiga bulan, didorong oleh intervensi Departemen Keuangan AS di pasar obligasi dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu permintaan aset aman.

Text size
Background

Harga emas memperpanjang relinya pada hari Selasa, mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan ini didorong oleh investor yang terus mengevaluasi dampak intervensi Departemen Keuangan AS di pasar obligasi, sementara meningkatnya ketegangan perdagangan dan geopolitik menambah permintaan untuk emas batangan sebagai aset aman.

Menurut data Investing.com pada pukul 20:59 ET (00:59 GMT), harga emas di pasar spot (XAU/USD) naik 0,8% menjadi $4.688,96 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas (Gold Futures) menguat 1% ke level $4.746,09.

Intervensi Treasury Mendorong Harga

Katalis utama di balik kenaikan harga emas, yang telah menguat lebih dari 7% dalam empat sesi perdagangan terakhir, adalah keputusan tak terduga Departemen Keuangan AS pekan lalu untuk meningkatkan pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah bertenor panjang. Langkah ini secara efektif menekan imbal hasil obligasi dan melemahkan dolar AS, membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Kebijakan ini juga menghidupkan kembali kekhawatiran investor mengenai posisi fiskal pemerintah AS. Upaya untuk menahan biaya pinjaman secara langsung dapat mengikis kepercayaan terhadap dolar, memicu apa yang disebut *debasement trade*—di mana investor beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap potensi penurunan daya beli dolar akibat kebijakan fiskal yang agresif.

Tensi Dagang dan Geopolitik Tingkatkan Permintaan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Faktor lain yang mendukung kenaikan emas adalah meningkatnya risiko di tingkat global. Washington telah mengancam akan memberikan sanksi ekonomi terhadap negara-negara yang terus berbisnis dengan Iran. Di sisi lain, sengketa dagang antara AS dan Kanada semakin intensif setelah perundingan gagal, yang berujung pada pengenaan tarif 50% oleh Washington terhadap beberapa barang dari Kanada.

Perkembangan ini memperkuat peran emas sebagai aset diversifikasi portofolio. Investor mencari perlindungan di tengah kombinasi kekhawatiran fiskal, friksi perdagangan, risiko geopolitik, dan ketidakpastian kebijakan moneter.

Analisis Teknis dan Prospek

Menurut Tony Sycamore, analis pasar senior di IG, gambaran teknis untuk emas telah membaik secara signifikan. Harga emas kini telah menembus level resistansi penting, termasuk rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average) di sekitar $4.515, yang secara luas dianggap sebagai sinyal momentum jangka panjang yang positif.

Sycamore menyatakan bahwa reli ini didorong oleh kembalinya *debasement trade* setelah harapan akan terobosan diplomatik di Timur Tengah tidak terwujud. Ia memperkirakan bahwa setiap penurunan harga akan menarik minat beli, dengan target zona resistansi utama berikutnya berada di kisaran $4.900-$5.000.

Back to latest news

LATEST