Story
UBS Jagokan Dolar Selandia Baru Pasca Kenaikan Suku Bunga RBNZ

UBS Global Wealth Management (GWM) menyatakan pandangan positif terhadap Dolar Selandia Baru (NZD) menyusul keputusan mengejutkan dari bank sentral negara tersebut untuk kembali menaikkan suku bunga. Sikap kebijakan yang lebih ketat atau *hawkish* dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dinilai akan menjadi penopang utama bagi mata uang tersebut.
Langkah Mengejutkan RBNZ
Reserve Bank of New Zealand menaikkan suku bunga acuan (Official Cash Rate/OCR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Langkah ini tidak diprediksi oleh sebagian besar ekonom yang memperkirakan RBNZ akan menahan suku bunga.
Dalam pernyataannya, RBNZ mengisyaratkan bahwa suku bunga mungkin perlu dipertahankan pada tingkat yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama guna mengendalikan inflasi. Bank sentral tersebut bahkan memproyeksikan suku bunga puncak bisa mencapai 5,69% pada akhir 2024, sebuah sinyal yang jelas bagi para pelaku pasar.
AdProspek NZD Menurut UBS
Menanggapi perkembangan ini, UBS GWM melihat potensi penguatan bagi Dolar Selandia Baru. Lembaga keuangan tersebut berpendapat bahwa sikap *hawkish* RBNZ akan memberikan keuntungan imbal hasil (*yield advantage*) yang menarik bagi NZD.
Analis di UBS GWM memproyeksikan pasangan mata uang NZD/USD berpotensi naik menuju level 0,65. Selain itu, mereka juga merekomendasikan posisi jual pada pasangan AUD/NZD, dengan target penurunan ke level 1,05, mengantisipasi divergensi kebijakan antara RBNZ yang *hawkish* dan Reserve Bank of Australia (RBA) yang diperkirakan lebih *dovish*.