Story
Eskalasi AS-Iran Tekan Bursa Global, FTSE 100 Bergerak Volatil

Summary
Indeks saham Inggris bergerak fluktuatif pada hari Jumat di tengah sentimen penghindaran risiko yang dipicu oleh serangan AS terhadap Iran selama enam malam berturut-turut, yang juga menyebabkan aksi jual tajam di pasar Asia.
Saham-saham Inggris bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat pagi, tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan malam keenam berturut-turut terhadap Iran. Perkembangan ini memicu sentimen penghindaran risiko (risk-off) di kalangan investor dan memicu aksi jual tajam di seluruh bursa Asia.
Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Komando Pusat AS (CENTCOM) pada hari Jumat mengonfirmasi telah menyelesaikan serangan malam keenam berturut-turut terhadap Iran, dengan mengerahkan jet tempur, drone, dan kapal perang terhadap "lusinan" target militer. Serangan ini terjadi setelah gagalnya nota kesepahaman yang dicapai pada bulan Juni.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut menghantam sebuah bandara, stasiun kereta api, dan jembatan di provinsi Hormozgan. Sebagai balasan, Iran dilaporkan menargetkan infrastruktur militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran investor akan konflik yang lebih luas di wilayah tersebut.
Dampak pada Pasar Global
Sentimen investor yang memburuk tercermin secara luas di pasar saham global. Meskipun indeks FTSE 100 di London sempat naik tipis 0,05% pada pukul 07:17 GMT, pergerakannya tidak stabil. Indeks utama Eropa lainnya juga melemah:
Ad- Indeks DAX Jerman turun 0,42%
- Indeks CAC 40 Prancis kehilangan 0,53%
Aksi jual paling tajam terjadi di pasar Asia, yang menjadi barometer awal respons investor. Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 3,96%, sementara indeks Shanghai Composite di Tiongkok dan CSI 300 masing-masing merosot 3,05% dan 3,60%. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga turun 2,1%.
Lonjakan Aset Aman dan Minyak
Ketidakpastian geopolitik mendorong investor untuk beralih ke aset-aset yang dianggap lebih aman (safe-haven). Harga emas spot naik 0,56% menjadi $3.998,72 per ons, karena logam mulia ini sering dicari selama periode gejolak.
Di pasar komoditas energi, harga minyak mentah menguat karena kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah. Minyak mentah Brent naik 0,33% menjadi $84,50 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,73% menjadi $79,52 per barel.