Story
FTSE 100 Menguat Tipis Jelang Keputusan Suku Bunga Bank of England

Summary
Indeks saham acuan Inggris naik tipis pada hari Kamis karena investor menantikan keputusan kebijakan moneter Bank of England, sambil mencerna sikap hawkish dari Federal Reserve AS.
Indeks FTSE 100 di London bergerak naik tipis pada perdagangan Kamis, karena investor mengalihkan fokus pada keputusan suku bunga Bank of England (BoE) yang akan datang, mengabaikan sentimen dari sikap *hawkish* Federal Reserve AS dan pelemahan di Wall Street semalam.
Berdasarkan data pada pukul 07:31 GMT, indeks FTSE 100 naik 0,17%. Kinerja ini kontras dengan bursa utama Eropa lainnya, di mana DAX Jerman turun 0,42% sementara CAC 40 Prancis menguat 0,62%.
Fokus pada Keputusan Bank of England
Perhatian utama pasar hari ini tertuju pada pengumuman kebijakan moneter dari Bank of England. Konsensus pasar secara luas memperkirakan bank sentral Inggris akan mempertahankan suku bunga acuannya di level saat ini.
Keputusan ini diambil di tengah latar belakang ekonomi global yang kompleks. Di Amerika Serikat, Federal Reserve pada hari Rabu memutuskan untuk menahan suku bunga kebijakannya di level 3,50%-3,75%. Namun, keputusan tersebut diwarnai nada *hawkish*, dengan tiga pejabat memilih untuk kenaikan 25 basis poin, sebuah sinyal adanya perdebatan internal yang kuat di bank sentral tersebut.
Kinerja Korporasi dan Geopolitik
AdKenaikan indeks FTSE 100 juga didukung oleh serangkaian laporan laba yang kuat dari emiten-emiten berkapitalisasi besar. Kinerja positif ini membantu menopang sentimen investor di tengah ketidakpastian kebijakan moneter.
Beberapa perusahaan yang melaporkan hasil positif antara lain:
- Lloyds Banking Group: Melaporkan laba sebelum pajak semester pertama yang melampaui ekspektasi.
- Shell: Laba kuartal kedua yang disesuaikan naik lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya, didorong oleh harga minyak dan gas yang lebih tinggi.
- Rolls-Royce: Menaikkan proyeksi laba setahun penuh secara signifikan setelah laba operasional semester pertama melonjak 46%.
- BAE Systems: Meningkatkan prospek untuk tahun 2026 setelah laba operasional semester pertama melampaui perkiraan berkat permintaan pertahanan yang kuat.
Sementara itu, investor juga memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak. Minyak mentah Brent naik 0,86% menjadi $88,85 per barel, sementara WTI menguat 1,02% ke level $85,31 per barel.