Story
FTSE 100 Melemah di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah dan Sinyal Kenaikan Suku Bunga ECB

Summary
Bursa saham Inggris dan Eropa mengalami tekanan jual pada hari Kamis seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak, sementara Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga tetapi mengisyaratkan kenaikan di masa depan.
Bursa saham Inggris memperpanjang pelemahannya pada hari Kamis, tertekan oleh eskalasi konflik di Timur Tengah dan keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menahan suku bunga. Sentimen investor juga dipengaruhi oleh pergerakan tajam pada harga minyak dan emas.
Eskalasi Geopolitik Memicu Volatilitas
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam, memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Kementerian Pertahanan Kuwait melaporkan serangan drone di perbatasan Al-Abdali dengan Irak. Secara terpisah, ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah pasukan Houthi dilaporkan menyerang dua kapal Arab Saudi, yang mendorong peringatan keras dari Washington terhadap Teheran.
Perkembangan ini secara langsung berdampak pada pasar komoditas:
- Minyak mentah Brent melonjak 6,3% menjadi $100,02 per barel.
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 5,9% ke level $91,98.
- Emas, yang biasanya dianggap sebagai aset aman, berbalik arah dan turun 2,4% menjadi $4.050,20 per ons.
ECB Tahan Suku Bunga, Sinyalkan Kenaikan Mendatang
AdSesuai ekspektasi pasar, Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga depositonya di level 2,25%. Namun, bank sentral tersebut mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga pada bulan September tampaknya semakin mungkin terjadi untuk meredam tekanan inflasi.
ECB menyatakan bahwa prospek harga energi tetap "sangat fluktuatif" dan merevisi naik proyeksi inflasi untuk tahun 2026 menjadi 3% dari sebelumnya 2,6%. Pada saat yang sama, proyeksi pertumbuhan PDB 2026 dipangkas tipis menjadi 0,8% dari 0,9%, mengindikasikan tantangan ekonomi di masa depan.
Dampak pada Bursa dan Mata Uang
Sentimen penghindaran risiko mendominasi bursa saham Eropa. Indeks FTSE 100 di London ditutup turun 0,7%. Pelemahan yang lebih dalam terjadi di bursa Eropa lainnya, dengan indeks DAX Jerman anjlok 1,8% dan CAC 40 Prancis merosot 1,6%.
Di pasar valuta asing, mata uang pound sterling Inggris memperpanjang pelemahannya terhadap dolar AS, turun 0,4% ke level 1,3319. Di sisi korporasi, maskapai easyJet melaporkan penurunan laba kuartal ketiga sebesar 70% karena konflik mengganggu permintaan perjalanan dan volatilitas harga bahan bakar menekan pendapatan.