Story
Bursa Inggris Melemah, Indeks Acuan Turun 0,75% Tertekan Sektor Tambang

Bursa saham Inggris ditutup di zona merah pada akhir perdagangan hari Kamis, dengan indeks acuan Investing.com United Kingdom 100 turun sebesar 0,75%. Pelemahan ini terutama didorong oleh kerugian di sektor Pertambangan, Kelistrikan, dan Kimia, yang menekan sentimen pasar secara keseluruhan.
Rangkuman Kinerja Pasar
Data dari Bursa Efek London menunjukkan sentimen negatif yang luas, di mana jumlah saham yang melemah mencapai 1.118, melampaui saham yang menguat sebanyak 567, sementara 570 saham lainnya tidak berubah. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual yang dominan selama sesi perdagangan.
Beberapa saham berhasil melawan tren pelemahan pasar, di antaranya:
- Segro Plc (LON:SGRO), yang melonjak 6,50% dan mencapai level tertinggi dalam tiga tahun.
- 3I Group PLC (LON:III), naik sebesar 4,78%.
- BP PLC (LON:BP), menguat 3,08%.
Sementara itu, saham-saham dengan pelemahan terdalam adalah:
Ad- Centrica PLC (LON:CNA), anjlok 10,23%.
- Fresnillo PLC (LON:FRES), turun 6,13%.
- Antofagasta PLC (LON:ANTO), terkoreksi 4,61%.
Pergerakan Komoditas dan Mata Uang
Di pasar komoditas, terjadi pergerakan yang kontras. Harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 2,40% menjadi $4.052,25 per troy ons. Namun, harga energi menunjukkan lonjakan signifikan.
Minyak mentah WTI untuk pengiriman September naik 6,24% ke level $92,25 per barel, sementara minyak mentah Brent melonjak 6,76% dan diperdagangkan di level $100,43 per barel. Di pasar valuta asing, Pound Sterling melemah terhadap Dolar AS, dengan pasangan GBP/USD turun 0,52% ke 1,33. Sementara itu, Kontrak Berjangka Indeks Dolar AS tercatat naik 0,34% di level 101,30, menunjukkan penguatan mata uang AS.