Story
Saham Founder Group Melonjak 29% Didorong Tender Proyek Surya Raksasa di Malaysia

Saham Founder Group (FGL) melonjak 28,9% dalam perdagangan pra-pembukaan hari ini, melanjutkan momentum positif yang terbangun selama sepekan terakhir. Kenaikan signifikan ini terutama didorong oleh pengumuman perusahaan mengenai partisipasinya dalam tender proyek energi terbarukan berskala masif di Malaysia.
Tender Proyek Surya Mendorong Optimisme
Katalis utama di balik lonjakan harga saham ini adalah pengumuman perusahaan pada 2 September lalu. Anak usahanya, Founder Energy Sdn Bhd, secara aktif mengikuti tender untuk proyek dalam program Large-Scale Solar 6 (LSS6) Malaysia. Program ini merupakan tender surya skala utilitas terbesar yang pernah ada di negara tersebut.
Menurut keterangan resmi, program LSS6 yang diluncurkan oleh Kementerian Transisi Energi dan Transformasi Air Malaysia menawarkan total kuota 2.500 megawatt (MW) kapasitas surya yang dipasangkan dengan 1.250 MW penyimpanan energi baterai. Pemerintah Malaysia memperkirakan proyek ini akan menarik investasi swasta senilai US$3,2 miliar hingga US$3,7 miliar. Founder Group memandang ini sebagai peluang pertumbuhan multi-tahun yang dapat memperluas buku pesanannya (order book) secara progresif hingga tahun 2029.
Faktor Pendukung dan Konteks Teknis
AdSentimen bullish ini diperkuat oleh beberapa faktor lain. Terdapat laporan bahwa seorang investor besar diam-diam telah meningkatkan kepemilikannya di Founder Group pada akhir Agustus. Selain itu, perusahaan juga telah merampungkan akuisisi 19,90% saham di Nichcom Go, operator jaringan pengisian daya kendaraan listrik (EV) SpacePlus di Malaysia. Langkah ini menandakan diversifikasi strategis ke infrastruktur energi bersih di luar bisnis intinya.
Dari sisi teknis, reli ini terjadi setelah perusahaan melakukan konsolidasi saham (reverse stock split) dengan rasio 100-untuk-1 yang efektif per 1 September 2026. Aksi korporasi ini, yang bertujuan untuk memenuhi aturan harga minimum Nasdaq, telah membuat jumlah saham yang beredar menjadi lebih sedikit (*thin float*). Kondisi ini meningkatkan sensitivitas harga saham terhadap tekanan beli, yang turut memperkuat lonjakan harga saat ini.
Implikasi bagi Investor
Kombinasi antara peluang tender LSS6 yang bernilai tinggi, akumulasi oleh investor institusional, diversifikasi ke sektor EV, dan kondisi *thin float* pasca-konsolidasi saham telah menciptakan kondisi yang ideal untuk lonjakan tajam ini. Perlu dicatat, pergerakan harga ini murni didorong oleh faktor spesifik perusahaan, mengingat pasar yang lebih luas seperti S&P 500 dan Nasdaq justru menunjukkan pelemahan dalam perdagangan pra-pembukaan.