Story
Saham Fortum Melonjak Berkat Kontrak Listrik Tenaga Nuklir Jangka Panjang dengan Google

Saham Fortum melonjak 10% pada hari Selasa setelah perusahaan energi asal Finlandia tersebut mengumumkan perjanjian pembelian listrik jangka panjang dengan Google. Kesepakatan ini memberikan kepastian pendapatan selama puluhan tahun untuk salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) miliknya.
Detail Perjanjian
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PPA) berdurasi 22 tahun ini mencakup hingga 50% dari kapasitas PLTN Loviisa milik Fortum. Kesepakatan ini menjadi landasan bagi program perpanjangan masa pakai dan peningkatan fasilitas, yang akan memungkinkan pembangkit tersebut untuk terus beroperasi hingga tahun 2050.
Fortum menyatakan bahwa tanpa program perpanjangan ini, pembangkit yang saat ini memasok sekitar 10% dari total kebutuhan listrik Finlandia tersebut tidak dapat melanjutkan operasinya setelah tahun 2030. Kesepakatan dengan Google ini secara efektif mengamankan masa depan fasilitas tersebut.
Dampak Finansial dan Strategis
AdBagi Fortum, perjanjian ini diperkirakan akan meningkatkan *return on net assets* (imbal hasil atas aset bersih) grup sekitar 1,4 poin persentase seiring berjalannya waktu setelah separuh output pembangkit terkontrak. Bagi Google, ini adalah langkah untuk mengamankan pasokan energi rendah karbon yang stabil seiring dengan meningkatnya permintaan untuk layanan kecerdasan buatan (AI) dan pusat datanya.
Sejalan dengan kesepakatan ini, Google berencana untuk menginvestasikan setidaknya €13 miliar pada infrastruktur digital di Finlandia antara tahun 2027 dan 2028. Selain itu, Google juga akan mengalokasikan €31 juta selama empat tahun untuk mendukung inisiatif komunitas lokal di bidang pendidikan dan pertumbuhan ekonomi.
Kolaborasi Masa Depan
Selain PPA, kedua perusahaan juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki kapasitas baru di bidang nuklir, energi terbarukan, dan fleksibilitas di Finlandia. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seiring pertumbuhan permintaan AI, energi rendah karbon tambahan akan dikerahkan untuk melindungi pasokan listrik jangka panjang bagi rumah tangga dan bisnis di Finlandia.