Story
FCC AS Bergerak untuk Melarang Impor Drone Asing Kelas Militer

Summary
Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) mengumumkan keputusan tentatif untuk melarang impor drone asing kelas militer, sebuah langkah yang bertujuan mendorong manufaktur domestik dan memperketat pembatasan terhadap teknologi Tiongkok.
Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) telah mengumumkan keputusan tentatif untuk melarang impor drone asing tertentu yang memiliki spesifikasi kelas militer. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah AS yang lebih luas untuk mendorong manufaktur drone domestik dan membatasi peralatan teknologi dari Tiongkok.
Rincian Kebijakan Baru
Menurut pengumuman pada hari Selasa, FCC memperluas kebijakan yang sudah ada sebelumnya. Pada bulan Desember, komisi tersebut telah memblokir semua model baru drone asing untuk masuk ke pasar AS, namun memberikan beberapa pengecualian untuk drone dan komponen yang tidak diproduksi di Tiongkok.
Kini, FCC menyatakan akan memperpanjang pengecualian tersebut hingga Januari 2028. Namun, kebijakan baru ini secara spesifik menargetkan drone kelas militer. Pembatasan ini tidak akan memengaruhi:
- Drone yang dibeli atau diimpor oleh pemerintah federal AS.
- Drone kelas non-militer dan komponen-komponen kritis.
Langkah ini secara efektif memperketat pengawasan terhadap perangkat berteknologi tinggi seraya memberikan kelonggaran bagi produk komersial dan komponen tertentu.
AdKonteks dan Dampak Industri
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari strategi pemerintah AS untuk membatasi peralatan teknologi dari Tiongkok. Bulan lalu, FCC juga telah melarang peralatan tambahan dari beberapa produsen Tiongkok, yang mulai berlaku pada 16 Juli.
Keputusan ini berdampak langsung pada pemain besar di industri drone, terutama DJI, perusahaan berbasis di Tiongkok yang merupakan produsen drone terbesar di dunia. DJI dilaporkan menguasai lebih dari separuh dari seluruh penjualan drone komersial di AS. Keputusan FCC pada bulan Desember telah menghalangi DJI, Autel, dan produsen Tiongkok lainnya untuk mendapatkan persetujuan menjual model drone baru atau komponen utama di Amerika Serikat.
Sebagai respons, DJI telah mengajukan gugatan hukum pada bulan Februari untuk menentang larangan impor FCC. Perusahaan-perusahaan tersebut saat ini masih dapat terus menjual produk yang telah menerima persetujuan sebelum larangan diberlakukan, namun prospek pertumbuhan mereka di pasar AS menjadi terbatas tanpa kemampuan untuk memperkenalkan model-model baru.