Story
fairlife Milik Coca-Cola Lanjutkan Produksi di 4 Pabrik AS Pasca Serangan Siber

Summary
Anak perusahaan susu Coca-Cola, fairlife, telah melanjutkan sebagian besar produksi di empat fasilitasnya di AS setelah operasi dihentikan oleh serangan siber. Perusahaan menyatakan insiden ini diperkirakan tidak akan berdampak material terhadap keuangannya.
Coca-Cola pada hari Senin mengumumkan bahwa anak perusahaannya di bidang produk susu, fairlife, telah melanjutkan sebagian besar produksi di empat fasilitasnya di Amerika Serikat. Operasi di pabrik-pabrik tersebut sebelumnya dihentikan setelah terjadi insiden akses tidak sah oleh pihak ketiga pada beberapa sistem perusahaan.
Rincian Insiden Siber
Menurut laporan, fairlife menghentikan produksi domestiknya awal bulan ini setelah menjadi korban serangan siber. Perusahaan yang berbasis di Chicago tersebut segera meluncurkan investigasi dengan bantuan para ahli keamanan siber eksternal untuk mengatasi masalah tersebut.
Kelompok peretas yang menamakan dirinya Anubis mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka mengklaim telah mencuri data sebesar 1 terabyte dari fairlife. Meskipun terjadi pelanggaran data, Coca-Cola menegaskan bahwa kualitas dan keamanan produk tidak terpengaruh oleh insiden ini.
Dampak Operasional dan Finansial
Adfairlife saat ini sedang berupaya memulihkan sepenuhnya sistem dan operasional yang terdampak. Selama penghentian produksi, ketersediaan produk di tingkat ritel berhasil dipertahankan dengan memanfaatkan persediaan yang ada, sehingga meminimalisir gangguan bagi konsumen.
Dari perspektif investor, Coca-Cola menyatakan bahwa insiden ini tidak mungkin berdampak material terhadap kondisi atau hasil keuangan perusahaan secara keseluruhan. Pernyataan ini dikeluarkan menjelang rilis laporan keuangan kuartal kedua Coca-Cola yang dijadwalkan pada hari Selasa, yang akan memberikan gambaran lebih lengkap tentang kinerja perusahaan.
Konteks Keamanan Korporat
Insiden yang dialami fairlife menyoroti tren peningkatan serangan siber dan *ransomware* yang menargetkan perusahaan-perusahaan besar. Serangan semacam ini tidak hanya bertujuan mencuri data sensitif tetapi juga dapat menyebabkan gangguan operasional yang signifikan, seperti yang terlihat pada penghentian produksi fairlife.