Story
Harga Gandum Eropa Melemah, Tertekan Penurunan Harga Minyak

Summary
Kontrak berjangka gandum Eropa ditutup lebih rendah pada hari Selasa, membalikkan kenaikan di sesi sebelumnya karena para pedagang merespons penurunan harga minyak mentah dan terus mengevaluasi risiko pasokan dari Laut Hitam.
Harga kontrak berjangka (futures) gandum Eropa melemah pada perdagangan hari Selasa, menghapus keuntungan yang diraih sehari sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh anjloknya harga minyak mentah ke level terendah dalam tiga minggu, sementara pasar terus memantau perkembangan di kawasan Laut Hitam.
Rincian Kontrak dan Harga
Menurut data dari bursa Euronext Paris, kontrak gandum untuk pengiriman Desember, yang merupakan kontrak paling aktif diperdagangkan, ditutup turun 1,6% pada harga €283,50 per metrik ton.
Penurunan harga gandum ini sejalan dengan tren pelemahan di pasar komoditas energi. Harga minyak mentah merosot setelah muncul sinyal positif terkait solusi diplomatik dalam konflik Iran, menyusul pernyataan dari pejabat Qatar dan Amerika Serikat. Perkembangan ini berpotensi meningkatkan kelancaran lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz.
Tensi Laut Hitam dan Prospek Pasokan
AdFokus utama pasar gandum tetap tertuju pada ketegangan militer di kawasan Laut Hitam, di mana Rusia dan Ukraina saling menargetkan pelabuhan dan kapal masing-masing. Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi gangguan pada jalur ekspor biji-bijian.
Namun, menurut beberapa pedagang, dampak kekhawatiran tersebut sedikit mereda. Hal ini disebabkan oleh kondisi stok biji-bijian global yang saat ini masih melimpah serta level harga yang relatif rendah, yang membantu mengimbangi sebagian risiko gangguan pasokan.
Agenda Pasar Selanjutnya
Para pelaku pasar kini menantikan hasil tender pembelian gandum yang akan dirilis oleh Aljazair pada hari Rabu. Aljazair merupakan salah satu negara importir gandum terbesar di dunia, sehingga hasil tendernya dapat memberikan sinyal permintaan global yang signifikan bagi pasar.