Story
FTSE 100 Datar di Tengah Ketegangan Selat Hormuz yang Memicu Kenaikan Harga Minyak

Saham-saham Inggris diperdagangkan datar pada hari Selasa karena investor bersikap hati-hati menyusul meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan serangan baru terhadap infrastruktur energi Arab Saudi. Indeks acuan FTSE 100 naik tipis 0,02% pada pukul 07:28 GMT, sementara pasar Eropa lainnya melemah.
Ketegangan Geopolitik Memicu Kenaikan Harga Energi
Sentimen pasar dipengaruhi oleh perkembangan di Timur Tengah. Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi bahwa pasukan Houthi menyerang beberapa fasilitas energi di wilayah selatan negara itu pada Selasa pagi, yang menyebabkan kebakaran di beberapa lokasi.
Insiden ini berdampak langsung pada lalu lintas maritim. Data pengapalan yang dikumpulkan oleh Kpler menunjukkan hanya tujuh kapal komoditas yang transit melalui Selat Hormuz pada hari Senin, dengan rata-rata 10 hari mencapai level terendah sejak bulan Mei. Amerika Serikat menyatakan akan mengambil "tindakan tegas" dan tidak akan membiarkan Iran "menyandera ekonomi global," sementara Teheran mengklaim memiliki teknologi untuk menyerang kapal perang AS.
Dampak Pasar dan Prospek Komoditas
AdKetidakpastian geopolitik ini mendorong harga minyak mentah lebih tinggi. Minyak mentah Brent naik 1,72% menjadi $98,67 per barel, dan minyak mentah WTI melonjak 2,94% menjadi $94,17 per barel.
Di pasar logam, tembaga mencapai rekor baru di London Metal Exchange sebesar $14.626 per ton, didorong oleh pasokan global yang ketat. Sementara itu, investor juga menantikan data ekonomi penting minggu ini, termasuk data inflasi AS (CPI) pada hari Jumat dan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis.
Kinerja Pasar Eropa
Selain pergerakan datar pada FTSE 100, bursa saham utama Eropa lainnya mencatat penurunan. Indeks DAX Jerman turun 0,15% dan CAC 40 Prancis kehilangan 0,27%. Di pasar mata uang, pound sterling sedikit melemah 0,03% terhadap dolar AS, diperdagangkan di level 1,3535.