Story
Harga Gas Eropa Melonjak ke Puncak 2023 di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Summary
Harga gas alam di Eropa dan Inggris mencapai level tertinggi dalam hampir tiga tahun, dipicu oleh eskalasi militer di Teluk Persia yang mengancam sekitar 20% pasokan gas alam cair (LNG) global melalui jalur laut.
Harga gas alam Eropa dan Inggris melonjak pada hari Rabu ke level tertinggi sejak 2023, karena eskalasi militer baru di Teluk Persia dan krisis pasokan yang semakin dalam melampaui puncak harga yang terbentuk selama konflik Timur Tengah.
Lonjakan Harga Akibat Risiko Geopolitik
Kontrak acuan gas bulan depan Belanda, patokan harga gas Eropa, melonjak hingga €74,32 per megawatt-hour (MWh), menandai level tertinggi dalam hampir tiga tahun. Di Inggris, kontrak gas grosir NBP yang setara juga reli ke 183,95 pence per therm, sebuah puncak yang juga belum pernah terlihat sejak 2023.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar energi grosir telah memasuki rezim penetapan harga risiko yang lebih tinggi. Para pedagang mengantisipasi gangguan operasional yang berkepanjangan di sepanjang rute pasokan gas alam cair (LNG) global menjelang musim dingin di belahan bumi utara. Serangan militer di kawasan tersebut secara efektif telah menghambat transit komersial melalui Selat Hormuz, jalur air strategis yang penting bagi pasokan energi global.
Ancaman Pasokan dan Kompetisi Global
Gangguan di Selat Hormuz mengancam sekitar 20% dari transit LNG global melalui jalur laut, yang sebagian besar berasal dari Qatar. Menurut data pelacakan maritim, lalu lintas pelayaran komersial di wilayah tersebut beroperasi pada tingkat yang jauh lebih rendah dari level sebelum perang, meskipun Washington menyatakan bahwa jalur air tersebut tetap terbuka.
AdAkibatnya, para pembeli energi di Eropa terpaksa bersaing secara agresif dengan perusahaan-perusahaan utilitas di Asia untuk mendapatkan kargo LNG yang tidak terikat kontrak dari cekungan Atlantik. Situasi ini menciptakan tekanan ke atas yang signifikan pada harga gas global.
Kerentanan Penyimpanan dan Implikasi Kebijakan
Kejutan geopolitik ini datang pada saat yang genting bagi infrastruktur gas Eropa. Fasilitas penyimpanan bawah tanah regional sedang berjuang untuk mengisi kembali tingkat inventaris menjelang puncak permintaan pemanasan musiman. Data dari Gas Infrastructure Europe menunjukkan tingkat penyimpanan regional terisi sekitar 62% dari kapasitas, berada di bawah rata-rata musiman lima tahun.
Kondisi ini memperumit prospek kebijakan bagi Bank Sentral Eropa (ECB). Data inflasi awal zona euro untuk bulan Agustus menunjukkan tingkat inflasi utama berakselerasi menjadi 3,3%, sebagian besar didorong oleh lonjakan komponen energi sebesar 14,3%. Kenaikan biaya energi ini dapat mempersulit upaya ECB untuk mengendalikan inflasi tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.