Story

Harga Gas Eropa Melonjak ke Level Tertinggi 1 Bulan Akibat Biaya Kargo di Selat Hormuz

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20261 min read
Harga Gas Eropa Melonjak ke Level Tertinggi 1 Bulan Akibat Biaya Kargo di Selat Hormuz
Text size
Background

Harga gas alam grosir Eropa melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan pada hari Selasa, didorong oleh kekhawatiran investor terhadap ketersediaan pasokan gas alam cair (LNG) global. Sentimen pasar memburuk setelah Amerika Serikat memberlakukan biaya pengiriman baru di jalur maritim utama di tengah meningkatnya aksi militer di Timur Tengah.

Pemicu Kenaikan Harga

Kecemasan di pasar energi meningkat setelah pemerintah AS mengumumkan akan mengenakan biaya kargo sebesar 20% untuk semua kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini diambil seiring dengan pemberlakuan kembali blokade laut yang menargetkan jalur pelayaran Iran.

Selat Hormuz merupakan titik geografis vital yang dilalui oleh sekitar 20% dari total perdagangan LNG global. Dengan meningkatnya ketegangan regional, para pelaku pasar utilitas kini memperhitungkan potensi gangguan berkepanjangan atau penundaan pengalihan rute untuk impor gas super dingin dari Timur Tengah.

Dampak Pasar dan Data Terkini

Berdasarkan data pasar, kontrak gas berjangka bulan depan di fasilitas Title Transfer Facility (TTF) Belanda, yang menjadi patokan Eropa, melonjak 3,3% menjadi 56 euro per megawatt hour (MWh). Kenaikan ini sejalan dengan reli di pasar grosir Inggris, yang harganya naik 3,5% menjadi 128,50 pence per therm.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pergerakan harga gas ini mengikuti lonjakan besar pada harga minyak mentah, yang juga mencapai level tertinggi dalam satu bulan. Hal ini menunjukkan adanya guncangan struktural yang lebih luas pada jalur transportasi maritim global yang memengaruhi berbagai komoditas energi.

Konteks Makroekonomi

Tekanan pada harga gas Eropa diperparah oleh latar belakang makroekonomi yang hawkish dari Washington. Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, mengindikasikan bahwa tekanan inflasi yang persisten dapat memerlukan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Sinyal suku bunga global yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, ditambah dengan penguatan dolar AS, secara langsung meningkatkan biaya kontrak LNG yang berdenominasi dolar bagi pembeli di Eropa. Kondisi ini mengakselerasi lonjakan harga utilitas domestik di kawasan tersebut.

Back to latest news

LATEST