Story

Harga Gas Eropa Melonjak ke Level Tertinggi Sejak 2023 Akibat Ancaman Iran di Selat Hormuz

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 8, 20262 min read
Harga Gas Eropa Melonjak ke Level Tertinggi Sejak 2023 Akibat Ancaman Iran di Selat Hormuz

Summary

Harga gas alam grosir Eropa mencapai level tertinggi sejak awal 2023, dipicu oleh kekhawatiran bahwa eskalasi konflik militer yang melibatkan Iran dapat mengganggu pasokan LNG global melalui Selat Hormuz.

Text size
Background

Harga gas alam grosir Eropa melonjak ke level tertinggi sejak awal 2023 di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar bahwa eskalasi konfrontasi militer yang melibatkan Iran dapat mengganggu jalur transit energi vital melalui Selat Hormuz. Para trader dengan cepat memasukkan premi risiko geopolitik, mendorong harga acuan gas di benua tersebut.

Pemicu Kenaikan Harga

Kecemasan pasar berpusat pada Selat Hormuz, sebuah titik sempit (*choke point*) yang krusial bagi arus gas alam cair (LNG) global, terutama dari eksportir utama seperti Qatar. Menurut laporan Investing.com, setiap gangguan pengiriman yang berkepanjangan di koridor maritim Teluk Persia ini dapat secara signifikan membatasi pasokan ke pasar global.

Kenaikan harga ini mencerminkan kekhawatiran bahwa kapal tanker LNG bisa terhambat, yang akan memaksa pembeli Eropa untuk bersaing ketat dengan importir Asia dalam perang penawaran untuk mendapatkan kargo LNG alternatif yang fleksibel. Situasi ini menjadi sangat sensitif menjelang musim pemanasan musim dingin yang akan datang.

Dampak di Pasar Energi dan Obligasi

Sentimen risiko ini secara langsung tercermin pada harga kontrak berjangka. Data pasar menunjukkan bahwa harga acuan gas Belanda, Dutch TTF, melonjak melewati €75 per megawatt-hour. Kontrak gas grosir Inggris juga mengikuti tren serupa, naik menjadi 186 pence per therm.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Efek riak dari lonjakan biaya energi ini juga terasa di pasar obligasi pemerintah. Imbal hasil (yield) Bund Jerman bertenor 10 tahun dilaporkan naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Investor menimbang prospek inflasi yang persisten (*sticky inflation*) yang didorong oleh kenaikan harga energi, yang dapat memengaruhi kebijakan moneter di masa depan.

Konteks Penyimpanan dan Kerentanan Eropa

Lonjakan harga terjadi pada saat yang genting bagi Eropa. Meskipun fasilitas penyimpanan gas di benua tersebut dilaporkan relatif stabil, tingkat pengisian ulangnya lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini membuat pasar energi Eropa lebih rentan terhadap guncangan pasokan mendadak. Ketergantungan pada impor LNG telah meningkat secara signifikan, dan setiap ancaman terhadap jalur pengiriman utama, seperti Selat Hormuz, dapat dengan cepat memicu volatilitas harga yang ekstrem.

Back to latest news

LATEST