Story

Margin Solar Eropa Tetap Tinggi Meski Stok AS Naik Tak Terduga

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 4, 20261 min read
Margin Solar Eropa Tetap Tinggi Meski Stok AS Naik Tak Terduga

Summary

Margin keuntungan solar di Eropa bertahan stabil di dekat rekor tertinggi, mengabaikan kenaikan tak terduga dalam stok distilat AS yang dilaporkan oleh EIA dan ditopang oleh gangguan pasokan di Rusia.

Text size
Background

Margin keuntungan solar di Eropa tetap stabil mendekati rekor tertingginya pada hari Rabu, meskipun terjadi kenaikan tak terduga pada stok solar di Amerika Serikat yang berpotensi menekan sentimen pasar.

Stok Distilat AS Mengejutkan Pasar

Menurut data dari Badan Informasi Energi AS (EIA), stok distilat—yang mencakup solar dan minyak pemanas—naik sebesar 800.000 barel menjadi 104,2 juta barel pada pekan lalu. Angka ini berbanding terbalik dengan prediksi para analis yang memperkirakan penurunan sebesar 1,3 juta barel.

Laporan EIA yang sama juga menunjukkan bahwa stok distilat di Pantai Timur AS telah turun ke level terendah dalam sejarah. Hal ini memberikan sinyal adanya keketatan pasokan di wilayah konsumen utama tersebut, yang menyeimbangkan dampak dari kenaikan stok nasional secara keseluruhan.

Implikasi Pasar dan Margin Eropa

Pasar Eropa menunjukkan ketahanannya terhadap data inventori AS. Pada pukul 16:15 GMT, premi kontrak berjangka *low-sulphur gasoil* terhadap minyak mentah Brent, yang menjadi acuan margin keuntungan penyulingan solar, berada di level $76,39 per barel.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Angka tersebut hanya naik tipis sebesar 22 sen dari penutupan hari sebelumnya, mengindikasikan bahwa para pelaku pasar lebih fokus pada fundamental lain yang lebih kuat, seperti gangguan pasokan.

Gangguan Pasokan di Rusia Jadi Penopang

Stabilitas margin ini juga ditopang oleh kekhawatiran pasokan dari Rusia. Dua sumber industri mengungkapkan bahwa salah satu kilang minyak terbesar Rusia, Kirishinefteorgsintez (KINEF) milik Surgutneftegaz, telah menghentikan pemrosesan minyak mentah.

Penghentian operasi ini terjadi setelah serangan *drone* pada 30 Agustus yang merusak beberapa unit pemrosesan, menurut sumber tersebut. Gangguan pada kilang besar seperti KINEF berpotensi mengurangi ketersediaan solar di pasar global dan menopang harga serta margin keuntungan.

Back to latest news

LATEST