Story

Harga Gandum Euronext Capai Rekor Baru di Tengah Ketegangan Laut Hitam

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 2, 20261 min read
Harga Gandum Euronext Capai Rekor Baru di Tengah Ketegangan Laut Hitam

Summary

Harga gandum berjangka di bursa Euronext melonjak ke level kontrak tertinggi baru, didorong oleh kekhawatiran bahwa konflik di Laut Hitam akan terus mengganggu pengiriman dari Rusia dan Ukraina.

Text size
Background

Harga gandum di bursa Euronext melonjak ke level kontrak tertinggi baru pada hari Rabu, karena para pelaku pasar melihat prospek yang terbatas untuk meredanya ketegangan di kawasan Laut Hitam yang dapat memulihkan pengiriman biji-bijian dari Rusia dan Ukraina.

Rincian Kenaikan Harga

Kontrak gandum untuk pengiriman Desember di Euronext ditutup naik 1,3% menjadi €256,75 per metrik ton. Selama sesi perdagangan, harga sempat menyentuh €259,25, melampaui puncak hari sebelumnya dan mencapai level tertinggi dalam dua tahun untuk kontrak bulan kedua.

Kenaikan ini sejalan dengan pergerakan di pasar AS, di mana harga gandum Chicago juga mencapai level tertinggi dalam 3,5 tahun. Menurut para pedagang, penguatan harga minyak mentah dan jagung juga turut mendorong aksi beli di pasar gandum.

Pemicu Utama: Gangguan Pasokan Laut Hitam

Sample IUX Markets – In-articleAd

Faktor utama yang mendorong harga adalah eskalasi konflik di Laut Hitam. Serangan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir telah mengurangi operasi pemuatan gandum di pelabuhan-pelabuhan Rusia dan Ukraina hingga mendekati nol.

Situasi ini memaksa negara-negara importir untuk bergegas mencari pasokan alternatif, sehingga meningkatkan permintaan global dan memberikan tekanan naik pada harga. Upaya diplomatik untuk mengamankan jalur perdagangan juga belum membuahkan hasil.

Konteks Pasar

Upaya Turki untuk memfasilitasi jalur aman bagi perdagangan gandum belum menunjukkan kemajuan, terutama setelah Rusia dilaporkan menolak proposal kesepakatan gandum. Sementara itu, Moskow dan Kyiv terus saling menargetkan infrastruktur pelabuhan dan pengiriman masing-masing, yang mengindikasikan gangguan pasokan kemungkinan akan berlanjut dalam waktu dekat.

Back to latest news

LATEST