Story
Eni Perkuat Posisi di Venezuela, Berharap Pulihkan Piutang Miliaran Dolar

Perusahaan minyak Italia, Eni, telah memperkuat komitmennya di Venezuela dengan menandatangani perjanjian baru untuk mengembangkan proyek minyak besar. Kesepakatan ini meningkatkan harapan perusahaan untuk memulihkan piutang signifikan yang terakumulasi selama bertahun-tahun dari perusahaan minyak negara, PDVSA.
Detail Perjanjian Baru
Eni pada hari Rabu menandatangani perjanjian dengan PDVSA untuk mengembangkan proyek minyak berat Junin 5 di Orinoco Belt, Venezuela. Kesepakatan ini mengubah kepemilikan saham Eni yang ada menjadi perjanjian bagi hasil produksi selama 25 tahun, dengan Eni bertindak sebagai operator lapangan.
Menurut laporan Reuters, Eni dan PDVSA berencana untuk menginvestasikan sekitar $1,5 miliar per tahun dalam proyek tersebut. CEO Eni, Claudio Descalzi, menyatakan bahwa pekerjaan akan segera dimulai, dengan pengeboran sumur pertama dijadwalkan sehari setelah penandatanganan. Target produksi proyek ini adalah meningkat dari sekitar 12.000 barel per hari (bpd) saat ini menjadi 400.000 bpd pada tahun 2030.
Strategi Pemulihan Piutang
Setelah hampir tiga dekade beroperasi di Venezuela, Eni memiliki piutang sebesar lebih dari $2,3 miliar dari PDVSA. Selain itu, negara tersebut juga berutang $400 juta kepada usaha patungan gas alam di ladang Perla, yang dimiliki bersama oleh Eni dan Repsol dari Spanyol.
AdLangkah ini diambil seiring dengan upaya Washington dan Caracas untuk membuka kembali sektor minyak Venezuela bagi investasi internasional. Seorang juru bicara Eni mengatakan bahwa "kesepakatan ini akan memberikan peluang lebih lanjut untuk penciptaan nilai bagi negara dan untuk pemulihan bertahap piutang yang belum dibayar." Analis di Barclays juga memandang kesepakatan ini sebagai "peluang untuk membuka produksi di masa depan dan memulihkan piutang yang ada."
Konteks dan Implikasi Pasar
Keputusan Eni untuk tetap bertahan di Venezuela—meskipun ada gejolak politik, keruntuhan ekonomi, dan sanksi AS—kini mulai membuahkan hasil. Perusahaan terus mengoperasikan proyek gas Perla bahkan ketika sanksi menghentikan pembayaran dari Venezuela, yang menyebabkan utang PDVSA meningkat.
Davide Tabarelli, kepala konsultan energi Nomisma Energia, mengatakan bahwa "proyek-proyek yang berisiko menjadi aset telantar sekarang dapat memberikan kontribusi kepada grup dan membantu mendukung pertumbuhan produksinya." Menurut sumber industri, produksi Eni di Venezuela saat ini sekitar 64.000 barel setara minyak per hari (boepd) dan berpotensi meningkat hingga 1 juta boepd di masa depan.