Story
Bursa AS Ditutup Bervariasi: Dow Menguat, Nasdaq Tertekan oleh Saham Teknologi

Summary
Pasar saham AS menunjukkan kinerja yang beragam pada penutupan Senin, dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,51% sementara NASDAQ Composite turun 0,18% akibat pelemahan di sektor teknologi.
Pasar saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada akhir perdagangan hari Senin, dengan indeks Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan, sementara S&P 500 bergerak datar dan NASDAQ Composite melemah. Kinerja yang beragam ini menyoroti adanya divergensi antar sektor, di mana saham teknologi mengalami tekanan jual yang signifikan.
Kinerja Indeks Utama
Menurut data penutupan bursa NYSE, tiga indeks acuan utama menunjukkan pergerakan yang berbeda:
- Dow Jones Industrial Average naik 0,51%.
- S&P 500 hanya menguat tipis 0,02%.
- NASDAQ Composite turun 0,18%.
Pergerakan ini didorong oleh penguatan di sektor Layanan Konsumen, Telekomunikasi, dan Barang Konsumen. Sebaliknya, pelemahan terjadi pada sektor Minyak & Gas, Utilitas, dan Teknologi, yang menekan laju indeks secara keseluruhan.
Saham Penggerak Pasar
AdDi dalam indeks Dow Jones, Salesforce (CRM) menjadi salah satu penopang utama dengan kenaikan 6,04%. Saham lain yang berkinerja baik termasuk 3M Company (MMM) yang naik 3,24% dan Sherwin-Williams (SHW) yang menguat 3,07%.
Namun, pelemahan signifikan pada saham-saham teknologi kelas berat membebani Nasdaq dan S&P 500. NVIDIA Corporation (NVDA) anjlok 4,99%, sementara Advanced Micro Devices (AMD) turun 5,18%. Pelemahan emiten energi seperti Chevron (CVX), yang turun 2,46%, juga turut memberikan tekanan.
Konteks Pasar yang Lebih Luas
Di pasar komoditas, harga minyak mentah mengalami penurunan tajam. Minyak mentah WTI untuk pengiriman September anjlok lebih dari 8% menjadi $81,92 per barel. Pelemahan ini sejalan dengan kinerja buruk sektor energi di pasar saham.
Sementara itu, Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang sering dianggap sebagai pengukur tingkat kekhawatiran pasar, naik tipis 0,48% menjadi 18,67. Angka ini mengindikasikan sedikit peningkatan ketidakpastian di kalangan investor.