Story
Dolar Menguat Setelah Trump Tunjukkan Pesimisme atas Kesepakatan AS-Iran

Summary
Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama karena meningkatnya permintaan aset aman (safe-haven) setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pesimisme mendalam mengenai kesepakatan damai dengan Iran. Kenaikan ini juga didorong oleh antisipasi pasar menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve.
Dolar AS mengalami kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Rabu, didorong oleh permintaan aset aman setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keraguan atas kesepakatan kerangka kerja damai dengan Iran. Dalam sebuah pertemuan puncak NATO di Turki, Trump menuduh Teheran bermain curang dan mengatakan bahwa gencatan senjata tersebut "sudah berakhir" setelah terjadi saling serang semalam.
Pernyataan Trump muncul setelah angkatan bersenjata Iran mengklaim telah menyerang situs militer AS di Kuwait dan Bahrain. Teheran menyatakan serangan itu sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap target di Iran dan keputusan Washington untuk mencabut pengecualian sanksi ekspor minyak Iran. Eskalasi ini secara langsung memicu kenaikan harga minyak mentah Brent sebesar 6,6%.
Selain ketegangan geopolitik, penguatan dolar juga didukung oleh kecemasan pasar menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve bulan Juni. Ini merupakan risalah pertama di bawah pimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, yang dikenal memiliki pendekatan yang lebih tertutup dan bergantung pada data. Para pelaku pasar menantikan risalah ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah pandangan yang terbagi di antara para pembuat kebijakannya.
AdDi pasar mata uang lainnya, dolar Selandia Baru menguat setelah bank sentralnya (RBNZ) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,50%. Dolar Australia juga menguat tipis. Sebaliknya, yen Jepang tetap berada di bawah tekanan, diperdagangkan di dekat level yang sebelumnya memicu intervensi resmi, karena Bank of Japan diperkirakan akan menormalisasi kebijakannya secara bertahap.