Story
Dolar Melemah dari Puncak 13 Bulan Imbas Data Ketenagakerjaan AS; Euro Bersiap untuk Kenaikan Mingguan

Summary
Dolar AS mundur dari level tertingginya dalam 13 bulan pada hari Jumat dan bersiap mencatat kerugian mingguan setelah data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut. Kondisi ini membuka peluang pemulihan bagi euro dan mata uang utama lainnya.
Dolar AS melemah dari level tertingginya dalam hampir 13 bulan pada hari Jumat, dan berada di jalur untuk kerugian mingguan. Pelemahan ini terjadi setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lunak dari perkiraan mendinginkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tercatat turun dan bersiap untuk menghentikan kenaikan beruntun selama dua minggu.
Pelemahan dolar memberikan ruang bagi penguatan mata uang lainnya. Euro dan pound Inggris sama-sama menguat, dengan euro mencatat kenaikan sekitar 0,5% untuk minggu ini. Beberapa mata uang Asia juga mengalami kenaikan, dengan dolar Australia, yang sering dianggap sebagai barometer selera risiko regional, naik hampir 0,3%.
Aktivitas perdagangan secara umum lebih sepi karena hari libur pasar di Amerika Serikat, yang membuat volume perdagangan tetap rendah. Sentimen pasar juga diwarnai kehati-hatian investor saat mencermati berita diplomatik terbaru dari Qatar, di mana pembicaraan damai antara AS dan Iran dilaporkan menunjukkan "kemajuan positif".
AdDi sisi lain, yen Jepang tampak stabil pada hari Jumat setelah pulih dari level terlemahnya dalam 40 tahun terakhir pada minggu ini. Otoritas Jepang terus mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan intervensi di pasar valuta asing untuk menekan spekulasi berlebihan terhadap yen. Meskipun demikian, para analis mencatat bahwa intervensi saja kemungkinan tidak akan mendorong pembalikan tren yang berkelanjutan tanpa adanya perubahan fundamental makroekonomi.