Story

Dolar Dekati Level Terendah 7 Minggu, Yen Melemah Jelang Rilis Data NFP AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 7, 20262 min read
Dolar Dekati Level Terendah 7 Minggu, Yen Melemah Jelang Rilis Data NFP AS
Text size
Background

Dolar Amerika Serikat bergerak stabil di dekat level terendah dalam tujuh minggu pada hari Kamis, seiring para investor yang mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data pasar tenaga kerja AS yang krusial. Data ini diharapkan dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve di masa depan.

Pasar Menanti Data Ketenagakerjaan AS

Indeks Dolar Spot, yang mengukur *greenback* terhadap sekeranjang mata uang utama, diperdagangkan hampir datar setelah pada sesi sebelumnya menyentuh level terendah sejak pertengahan Juni. Perhatian pasar valuta asing kini sepenuhnya tertuju pada laporan Non-Farm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada hari Jumat.

Para analis dan investor akan mencermati setiap tanda perlambatan di pasar tenaga kerja, yang dapat membatasi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan sikap *hawkish*-nya. Menurut data pasar berjangka suku bunga, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan September saat ini berada di sekitar 48%.

Intervensi Topang Yen, Namun Tekanan Tetap Ada

Di sisi lain, yen Jepang sedikit melemah dengan pasangan USD/JPY naik 0,3% ke level 158,22. Kenaikan ini merupakan pemulihan minor bagi dolar setelah pasangan mata uang ini anjlok tajam akibat intervensi pembelian yen yang terkoordinasi antara Departemen Keuangan AS dan Kementerian Keuangan Jepang pada akhir Juli hingga awal Agustus.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Meski telah pulih dari level terendah mingguannya, USD/JPY masih berada sekitar 600 pips di bawah level sebelum intervensi. Namun, yen tetap menghadapi tekanan struktural akibat divergensi kebijakan moneter yang signifikan antara Bank of Japan (BoJ) yang akomodatif dan Federal Reserve yang cenderung ketat. Intervensi bersama tersebut merupakan yang pertama sejak 1998 dan berhasil menarik yen dari level terlemahnya dalam hampir 40 tahun.

Meredanya Risiko Geopolitik

Sentimen pasar yang lebih tenang juga didukung oleh meredanya premi risiko geopolitik pada mata uang yang sensitif terhadap harga energi. Laporan mengenai pemahaman awal antara Iran dan Oman terkait koordinasi pelayaran di Selat Hormuz—jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dunia—telah menekan harga minyak.

Harga minyak mentah Brent tercatat turun kumulatif 8% dalam beberapa sesi terakhir. Penurunan harga minyak memberikan kelegaan bagi negara-negara importir energi bersih di Asia dan Eropa, serta turut menopang mata uang seperti rupee India.

Back to latest news

LATEST