Story

Mata Uang Asia Bergerak Datar, Dolar AS Bertahan Dekat Level Terendah 3 Bulan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 24, 20262 min read
Mata Uang Asia Bergerak Datar, Dolar AS Bertahan Dekat Level Terendah 3 Bulan
Text size
Background

Sebagian besar mata uang Asia bergerak dalam rentang terbatas pada hari Senin, sementara dolar AS bertahan di dekat level terendah dalam tiga bulan terakhir. Para investor saat ini tengah mencermati dampak dari rencana pembelian kembali obligasi Treasury AS di tengah meningkatnya risiko perdagangan dan geopolitik global.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, tercatat sedikit berubah di level 98,83 pada pukul 00:44 ET (04:44 GMT). Posisi ini berada di dekat level terendahnya sejak pertengahan Mei, setelah indeks tersebut anjlok hampir 1% pada pekan sebelumnya.

Intervensi Treasury dan Kekhawatiran Utang AS

Pelemahan dolar terjadi setelah Departemen Keuangan AS (U.S. Treasury) pekan lalu mengumumkan akan menggandakan setidaknya dua kali lipat ukuran pembelian kembali obligasi Treasury jangka panjangnya menjadi $4 miliar per operasi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan menahan tekanan pada imbal hasil (yield) jangka panjang.

Namun, kebijakan ini belum mampu meredakan kekhawatiran yang lebih luas di pasar obligasi AS. Utang federal AS telah melampaui $40 triliun, sementara defisit federal mendekati $1,8 triliun. Investor khawatir bahwa kebutuhan pinjaman yang besar akan memaksa pasar menyerap pasokan Treasury dalam jumlah besar, sehingga menjaga tekanan kenaikan pada imbal hasil jangka panjang dan biaya bunga pemerintah.

Risiko Geopolitik Membatasi Penguatan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Meskipun pelemahan dolar memberikan dukungan bagi mata uang regional, kenaikannya terbatas oleh sejumlah faktor risiko. Pasar saat ini menantikan rincian sanksi baru AS terhadap Iran, yang berpotensi membatasi ekspor minyak Iran dan memperketat pasokan energi global.

Di tempat lain, ketegangan perdagangan AS-Kanada kembali memanas setelah perundingan gagal, yang mendorong AS memberlakukan tarif 50% pada barang Kanada senilai $20 miliar. Di Asia, pergerakan mata uang cenderung datar, dengan pasangan USD/CNY (yuan Tiongkok) dan USD/INR (rupee India) diperdagangkan tipis. Won Korea Selatan (USD/KRW) turun 0,3%, sementara dolar Australia (AUD/USD) melemah 0,1%.

Fokus Investor Pekan Ini

Ke depan, investor akan memantau sejumlah agenda penting untuk petunjuk baru mengenai selera risiko global dan arah suku bunga AS. Agenda tersebut mencakup rilis laporan keuangan produsen chip Nvidia dan pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole.

Di Jepang, pelaku pasar juga menantikan komentar dari Wakil Gubernur Bank of Japan, Ryozo Himino, untuk mencari sinyal mengenai kebijakan moneter negara tersebut. Yen Jepang (USD/JPY) sendiri sedikit menguat 0,1% ke bawah level 159.

Back to latest news

LATEST