Story
Mata Uang Asia Datar Menjelang Data Inflasi AS; RBA Tahan Suku Bunga

Mata uang Asia dan dolar AS sebagian besar bergerak datar pada hari Selasa, karena para investor menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga Federal Reserve. Sementara itu, dolar Australia tetap kokoh setelah bank sentralnya mempertahankan suku bunga acuannya.
Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, diperdagangkan tidak berubah di level 99,81 setelah sempat menguat 0,3% di sesi sebelumnya.
RBA Tahan Suku Bunga, Dolar Australia Stabil
Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuannya (*cash rate*) di level 4,35% pada hari Selasa, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan ini memperpanjang jeda kenaikan suku bunga seiring bank sentral menimbang antara inflasi yang persisten dan tanda-tanda pelemahan aktivitas ekonomi.
Inflasi Australia pada bulan Juni tercatat sebesar 3,8%, masih berada di atas target RBA sebesar 2%-3%. Namun, data inflasi inti kuartal kedua yang lebih rendah dari perkiraan telah mengurangi tekanan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.
"Dewan akan terus melakukan apa yang dianggap perlu untuk membawa inflasi kembali ke target secara berkelanjutan, termasuk menaikkan target suku bunga lebih lanjut jika risiko kenaikan terwujud," kata RBA dalam pernyataannya. Pasangan mata uang dolar Australia terhadap dolar AS (AUD/USD) diperdagangkan relatif datar setelah pengumuman tersebut.
Pasar Fokus pada Data Inflasi AS
AdFokus investor kini tertuju pada data harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada hari Rabu, diikuti oleh data harga produsen dan penjualan ritel. Data-data ini akan menjadi krusial untuk melihat apakah inflasi telah cukup mendingin untuk mengubah prospek kebijakan moneter The Fed.
Dolar AS berada di bawah tekanan setelah data penggajian (*payrolls*) AS pada bulan Juli secara tak terduga turun 23.000, berbanding terbalik dengan ekspektasi kenaikan 80.000. Meskipun demikian, ekspektasi pasar untuk setidaknya satu kali lagi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini masih ada.
Pergerakan Mata Uang Regional
Di tempat lain, pergerakan mata uang Asia cenderung bervariasi dalam rentang yang sempit:
- Yen Jepang (USD/JPY): Stabil di sekitar 159,23 per dolar. Yen telah melepaskan hampir setengah dari kenaikannya yang didorong oleh dugaan intervensi bersama AS-Jepang baru-baru ini. Pasar Jepang tutup untuk hari libur, membuat volume perdagangan lebih tipis.
- Won Korea Selatan (USD/KRW): Melemah tipis 0,2%.
- Dolar Singapura (USD/SGD): Diperdagangkan datar.
- Yuan Tiongkok (USD/CNY & USD/CNH): Bergerak terbatas.
- Rupee India (USD/INR): Naik tipis 0,1%.
Prospek mata uang Asia juga dapat dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak, yang berpotensi menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi, terutama bagi negara-negara pengimpor energi.