Story
Databricks Perluas Kemitraan dengan Microsoft, Akan Gunakan Lebih Banyak Chip Azure Cobalt

Summary
Perusahaan data dan AI, Databricks, mengumumkan perluasan kemitraan strategis dengan Microsoft hingga tahun 2030-an, yang mencakup peningkatan penggunaan platform Azure dan prosesor kustom Cobalt untuk beban kerja AI.
Databricks, salah satu perusahaan swasta paling bernilai di sektor teknologi, mengumumkan akan memperluas kemitraan strategisnya dengan Microsoft hingga tahun 2030-an. Kesepakatan ini akan membuat Databricks meningkatkan penggunaan platform cloud Azure dan chip kustom Microsoft secara signifikan.
Detail Kemitraan Strategis
Berdasarkan perjanjian yang diumumkan pada hari Kamis, Databricks akan meningkatkan penggunaan Azure untuk menjalankan operasi bisnis inti dan analitik internalnya. Langkah penting dalam kesepakatan ini adalah komitmen Databricks untuk meningkatkan pemanfaatan Azure Cobalt, prosesor kustom berbasis Arm milik Microsoft, yang dirancang untuk beban kerja kecerdasan buatan (AI) yang intensif data dan bersifat agentik.
Sebagai bagian dari kemitraan timbal balik, Microsoft akan terus mengintegrasikan kemampuan AI Databricks ke dalam produk-produknya. Ini termasuk alat analitik percakapan Databricks, Genie, untuk memperkuat penawaran AI bagi pelanggan korporat.
Implikasi bagi Pasar dan Pelanggan
Langkah ini menandai kemenangan signifikan bagi bisnis cloud Azure Microsoft di tengah percepatan adopsi AI di tingkat perusahaan. Dengan mengamankan komitmen jangka panjang dari pemain besar seperti Databricks, Microsoft memperkuat posisinya di pasar infrastruktur cloud yang sangat kompetitif.
Ad"Dengan investasi Databricks yang lebih dalam pada infrastruktur yang didukung Azure Databricks dan Azure Cobalt, pelanggan akan mendapat manfaat dari kinerja, efisiensi, dan skala yang lebih besar untuk beban kerja mereka yang paling menuntut," kata Judson Althoff, CEO Bisnis Komersial Microsoft, dalam sebuah pernyataan.
Konteks Perusahaan
Databricks menyediakan platform yang membantu organisasi mengelola, menganalisis, dan membangun aplikasi AI menggunakan data kompleks dari berbagai sumber. Perusahaan ini melayani lebih dari 20.000 organisasi di seluruh dunia, termasuk 70% dari perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune 500.
Berita ini muncul setelah Databricks minggu lalu menandatangani putaran pendanaan yang menempatkan valuasi perusahaan pada angka $188 miliar. Putaran pendanaan tersebut diperkirakan akan selesai pada akhir musim panas ini, mengukuhkan statusnya sebagai raksasa di industri data dan AI.