Story
Harga Jagung dan Gandum Melonjak ke Level Tertinggi dalam Beberapa Tahun di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Summary
Harga kontrak berjangka jagung dan gandum di Chicago melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun pada hari Rabu, didorong oleh kekhawatiran atas prospek panen di AS dan gangguan ekspor dari wilayah Laut Hitam.
Harga kontrak berjangka jagung dan gandum di Chicago Board of Trade (CBOT) mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun pada hari Rabu. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap produksi jagung di Amerika Serikat dan ketidakpastian pasokan global akibat terhambatnya ekspor biji-bijian dari wilayah Laut Hitam.
Faktor Pendorong Harga
Kenaikan harga jagung didorong oleh hasil tur inspeksi lahan pertanian di Midwest AS minggu lalu, yang memproyeksikan hasil panen tahun ini akan jauh di bawah perkiraan Departemen Pertanian AS (USDA). Selain itu, laporan USDA pada hari Senin menunjukkan bahwa kondisi tanaman jagung AS memburuk lebih dari yang diperkirakan oleh para analis.
Analis di Argus menyatakan bahwa penurunan lebih lanjut dalam kondisi tanaman dan ekspektasi hasil panen yang lebih rendah menjadi pendorong utama kenaikan harga. Sementara itu, ketegangan di Laut Hitam, di mana Rusia dan Ukraina saling serang di pelabuhan masing-masing, telah membuat pengiriman gandum Rusia dan jagung Ukraina hampir terhenti, menambah kekhawatiran pasar.
Pergerakan Pasar Komoditas
Berdasarkan data CBOT pada pukul 11:30 GMT, pergerakan harga komoditas utama adalah sebagai berikut:
Ad- Kontrak jagung teraktif naik 0,8% menjadi $5,27-3/4 per bushel. Harga sempat menyentuh $5,30, level tertingginya sejak Juli 2023.
- Kontrak gandum CBOT naik 1,5% menjadi $713-1/2 per bushel, setelah mencapai level tertinggi $7,18, rekor tertinggi sejak Mei 2024.
- Harga kedelai relatif stabil. Dampak positif dari kenaikan harga jagung diimbangi oleh penurunan harga minyak mentah, yang menekan harga minyak kedelai.
Konteks Pasokan Global
Di sisi lain, ada beberapa faktor yang berpotensi meredakan tekanan pasokan. Bursa Sereal Buenos Aires pada hari Selasa melaporkan bahwa fenomena cuaca El Niño diperkirakan akan membawa curah hujan yang cukup di Argentina, salah satu eksportir jagung utama dunia. Hal ini diperkirakan akan mendorong Argentina untuk memperluas area tanam jagungnya.
Namun, para petani di Argentina masih menghadapi tantangan dari peningkatan risiko hama dan kenaikan biaya tanam, yang dapat memengaruhi rencana produksi mereka. Investor akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi geopolitik untuk mengukur arah pasar selanjutnya.