Story

Harga Jagung Berjangka Diprediksi Menguat, Didukung Kenaikan Minyak dan Prospek Cuaca

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 22, 20261 min read
Harga Jagung Berjangka Diprediksi Menguat, Didukung Kenaikan Minyak dan Prospek Cuaca

Summary

Harga jagung berjangka diperkirakan akan dibuka lebih tinggi, terdorong oleh kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran cuaca panas dan kering di Midwest AS yang dapat mengancam hasil panen.

Text size
Background

Harga kontrak berjangka jagung diperkirakan akan dibuka menguat sebesar 3 hingga 6 sen per gantang pada pembukaan perdagangan di Chicago Board of Trade (CBOT). Sentimen positif ini didorong oleh kombinasi kenaikan harga minyak mentah dan prakiraan cuaca yang berpotensi menekan produksi.

Faktor Pendorong Harga

Dua faktor utama menjadi penopang ekspektasi kenaikan harga jagung. Pertama, kenaikan harga minyak mentah memberikan dukungan karena jagung merupakan bahan baku utama untuk produksi biofuel, seperti etanol. Harga minyak yang lebih tinggi cenderung meningkatkan permintaan untuk bahan bakar alternatif.

Kedua, prakiraan cuaca yang menunjukkan kondisi panas dan kering di seluruh wilayah Midwest AS menimbulkan kekhawatiran. Kondisi tersebut diperkirakan akan memberikan tekanan pada tanaman jagung di kawasan pertanian utama Amerika Serikat, yang berpotensi mengganggu tingkat hasil panen.

Data Perdagangan Terkini

Sample IUX Markets – In-articleAd

Menurut laporan Investing.com, perdagangan akan kembali dibuka pada hari Rabu pukul 8:30 pagi CDT. Dalam sesi perdagangan sebelumnya, kontrak jagung CBOT untuk pengiriman Desember terpantau mengalami kenaikan.

  • Kontrak Acuan: Jagung CBOT Desember
  • Harga Terakhir: Naik 7 sen ke level $4,82-1/4 per gantang.

Bagi investor dan pelaku pasar, perkembangan harga energi dan laporan cuaca di AS akan menjadi fokus utama dalam beberapa waktu ke depan untuk mengukur arah pergerakan harga komoditas ini.

Back to latest news

LATEST