Story
Conagra Pangkas Proyeksi Laba Tahunan di Tengah Kenaikan Biaya

Summary
Conagra Brands memproyeksikan laba tahunan di bawah ekspektasi analis, tertekan oleh tingginya biaya komoditas dan belanja konsumen yang hati-hati, yang menyebabkan sahamnya turun.
Conagra Brands memproyeksikan laba tahunan di bawah estimasi Wall Street dan memangkas dividennya, mengindikasikan bahwa tingginya biaya komoditas dan kehati-hatian belanja konsumen akan terus membebani bisnisnya. Akibatnya, saham produsen Slim Jim tersebut turun sekitar 3% dalam perdagangan pra-pasar.
Proyeksi Keuangan di Bawah Ekspektasi
Perusahaan makanan kemasan ini memperkirakan laba yang disesuaikan untuk tahun fiskal 2027 akan berada di kisaran $1,40 hingga $1,50 per saham. Proyeksi ini berada di bawah konsensus analis rata-rata sebesar $1,59 per saham, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.
Selain itu, Conagra juga memproyeksikan penurunan penjualan bersih organik tahunan antara 1% hingga 3%. Angka ini menunjukkan percepatan penurunan dibandingkan dengan penurunan sebesar 0,4% yang tercatat pada tahun fiskal 2026.
AdTekanan Biaya dan Belanja Konsumen
Kinerja Conagra tertekan oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan harga daging sapi yang menjadi bahan baku utama. Tarif impor untuk baja dan aluminium, yang digunakan dalam kemasan produk, juga terus menjadi tekanan signifikan terhadap margin keuntungan perusahaan.
Sebelumnya, perusahaan telah menaikkan harga jual produknya untuk mengimbangi kenaikan biaya bahan baku dan tarif pada baja pelat timah yang digunakan untuk kaleng. Namun, proyeksi terbaru ini menandakan bahwa langkah tersebut mungkin tidak cukup untuk sepenuhnya menetralkan dampak dari inflasi biaya dan perlambatan permintaan dari konsumen.