Story
Berkat Piala Dunia, Coca-Cola Naikkan Proyeksi Pendapatan Tahunan

Summary
Coca-Cola menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunannya setelah melaporkan hasil kuartal kedua yang melampaui ekspektasi, didorong oleh penjualan kuat selama Piala Dunia FIFA dan permintaan yang solid.
Coca-Cola Co. pada hari Selasa merevisi naik proyeksi tahunannya setelah melaporkan kinerja kuartal kedua yang melampaui estimasi analis. Kinerja solid ini terutama didorong oleh permintaan yang kuat selama perhelatan Piala Dunia FIFA 2026 serta penjualan yang tangguh untuk minuman bebas gula dan merek susu fairlife di Amerika Serikat.
Kinerja Kuartal Kedua Lampaui Ekspektasi
Dalam laporan yang dirilis pada 28 Juli, raksasa minuman ini mencatatkan pendapatan kuartal kedua yang sebanding (comparable revenue) naik sekitar 6% menjadi $13,37 miliar. Angka ini melampaui estimasi konsensus sebesar $13,16 miliar, menurut data yang dihimpun oleh LSEG.
Perusahaan menyatakan bahwa momentum penjualan didukung oleh beberapa faktor kunci:
- Sponsor Piala Dunia: Sebagai sponsor resmi FIFA, kampanye Coca-Cola untuk Piala Dunia 2026 berhasil mendorong pertumbuhan volume untuk merek dagang Coca-Cola dan minuman energi Powerade.
- Permintaan yang Tangguh: Permintaan untuk minuman soda, terutama varian tanpa gula, tetap kuat meskipun terjadi pelemahan belanja konsumen pada barang-barang non-esensial.
- Diversifikasi Portofolio: Penjualan produk lain seperti teh siap minum dan produk susu dari merek fairlife juga memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan.
Revisi Proyeksi dan Strategi Harga
AdMenyusul hasil yang kuat ini, Coca-Cola menaikkan target setahun penuhnya. Perusahaan kini menargetkan pertumbuhan pendapatan organik (organic revenue) sekitar 5% untuk tahun 2026, naik dari target sebelumnya di kisaran 4% hingga 5%.
Selain itu, proyeksi pertumbuhan laba per saham (EPS) yang sebanding juga dinaikkan menjadi 9% hingga 10%, dari sebelumnya 8% hingga 9%. Kepercayaan diri ini juga didukung oleh strategi perusahaan dalam menaikkan harga pada beberapa produk dan menawarkan kemasan yang lebih kecil untuk menarik konsumen yang lebih sensitif terhadap harga.
Implikasi bagi Investor
Berita ini disambut positif oleh pasar, dengan saham Coca-Cola (KO) naik 1,8% dalam perdagangan pra-pasar (premarket trading). Sepanjang tahun ini, saham perusahaan telah menguat sekitar 20%, mengungguli kinerja pesaingnya, PepsiCo, yang menghadapi tantangan dari lemahnya permintaan produk makanan ringan di AS.
Kemampuan Coca-Cola untuk mempertahankan permintaan di tengah tekanan ekonomi menunjukkan kekuatan merek dan efektivitas strategi penetapan harganya. Hal ini memberikan sinyal positif bagi investor mengenai ketahanan perusahaan dalam menghadapi potensi perlambatan ekonomi yang lebih luas.