Story

Yuan Menguat di Tengah Perdagangan Volatil Pasca Rilis Data Inflasi AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 11, 20261 min read
Yuan Menguat di Tengah Perdagangan Volatil Pasca Rilis Data Inflasi AS
Text size
Background

Mata uang yuan Tiongkok menguat dalam sesi perdagangan yang fluktuatif pada hari Jumat, menunjukkan ketahanan terhadap reli dolar AS yang terjadi setelah rilis data indeks harga konsumen (IHK) inti Amerika Serikat yang di luar dugaan.

Pergerakan Pasar Mata Uang

Data inflasi AS yang kuat awalnya mendorong penguatan dolar. Namun, yuan berhasil membalikkan kerugian awal dan berbalik menguat. Berikut adalah rincian pergerakannya:

  • Yuan lepas pantai (offshore): Pasangan USD/CNH turun sebanyak 0,1% ke level 6,7060, setelah sebelumnya sempat naik ke 6,7148 segera setelah rilis data IHK.
  • Yuan domestik (onshore): Pasangan USD/CNY turun 0,1% menjadi 6,7055, setelah sebelumnya sempat menyentuh level 6,7138.
  • Dolar Hong Kong: Pasangan USD/HKD terpantau stabil di level 7,8424.

Dampak Data dan Prospek The Fed

Sample IUX Markets – In-articleAd

Data IHK inti AS yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar memperkuat argumen bagi para pejabat Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Kenaikan suku bunga AS biasanya akan mendorong penguatan dolar, sehingga pergerakan yuan yang melawan tren ini menjadi sorotan.

Menurut Zhaopeng Xing, ahli strategi senior Tiongkok di Australia & New Zealand Banking Group, yang berkomentar sebelum rilis data hari Jumat, jika The Fed menaikkan suku bunga, yuan kemungkinan akan stabil di sekitar level 6,70.

Pandangan Jangka Panjang

Analis lain berpendapat bahwa dampak dari keputusan The Fed terhadap mata uang Tiongkok mungkin tidak akan bertahan lama. Elias Haddad, kepala strategi pasar global di Brown Brothers Harriman, menyatakan bahwa yuan sebagian besar tidak akan terpengaruh oleh keputusan The Fed, "selain dari gejolak jangka pendek."

Back to latest news

LATEST